KENDARIPOS.CO.ID — Masa tahun anggaran 2021 tinggal menyisakan waktu dua bulan. Namun hingga kini, realisasi serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sultra masih jauh dari kata memuaskan. Sampai Oktober ini, persentase serapan anggaran baru mencapai 51,8 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra, Basiran mengakui realisasi serapan APBD belum optimal. Dari Rp 5,235 triliun, baru sekira Rp 2,707 triliun yang terserap. Dengan sisa masa tahun anggaran, ia berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa lebih memaksimalkan program kerjanya. “Kita akan akan memaksimalkan realisasi serapan anggaran,” beber Basiran kemarin.

OPD yang nilai serapan paling rendah lanjutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra. Dari pagu anggaran Rp 29,07 miliar, yang terserap baru mencapai 27,13 persen. Kemudian menyusul Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga realisasi baru mencapai 31,08 persen.

“Serapan OPD paling tinggi saat ini adalah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan jumlah anggaran Rp 28 miliar dengan realisasi Rp 25 miliar. Yang membuat ini serapannya tinggi karena adanya dana hibah KONI dan Pelaksanaan PON XX Papua, ” jelas mantan Asisten I Pemprov Sultra ini.

Guna menggenjot serapan APBD, pihaknya akan memberi kemudahan dan percepatan dalam pelayanan pengajuan pembayaran. Apalagi gubernur memberi perhatian khusus tentang persoalan serapan anggaran. Sebab sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mewanti-wanti memberi teguran bagi Pemda yang realisasi serapan anggarannya minim.

“Pak gubernur telah mengeluarkan instruksi percepatan penyerapan APBD. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya teguran dari Mendagri. Makanya, kami siap membantu OPD. Kita berharap, sebelum akhir tahun, serapan APBD kita sudah bisa mencapai 90 persen ke atas,” ucapnya. (b/rah)