KENDARIPOS.CO.ID — Para pelaku usaha perorangan dan mikro di Kendari masih banyak yang abai dengan izin usaha. Padahal, pengurusan izin penting dilakukan sebagai jaminanan legalitas usahanya. Atas dasar itu, Pemkot Kendari melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berinisiatif menghadirkan kemudahan dengan mobil Digital Melayani (Dilan).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan mobil dilan dihadirkan untuk memudahkan para pelaku usaha mikro untuk mengurus izin berusaha. Selama ini, masyarakat atau pelaku usaha cenderung mengurus izin jika usahanya sudah besar. Padahal usaha dengan skala kecil juga harus memiliki izin.

Guna menjangkau pelaku usaha, DPM-PTSP Kota Kendari telah menghadirkan mobil Digital Melayani (Dilan). FOTO : AGUS SETIAWAN/KENDARI POS

“Kebijakan itu sudah diatur dalam Perpres Nomor 98 Tahun 2004 tentang perizinan mikro. Tujuannya tentu untuk memberikan kepastian hukum sekaligus bisa jadi sarana dan akses bagi pelaku usaha perorangan dalam mendapatkan bantuan (permodalan) dari pemerintah,” kata Sulkarnain Kadir kemarin.

Kepala DPMPTSP Kendari, Satria Damayanti mengatakan terus berusaha menjangkau masyarakat masyarakat ingin mengurus izin usaha. Makanya, pihaknya menghadirkan modil Dilan. “Kami mudahkan mereka dalam mengurus izin. Sehingga tidak perlu repot lagi datang di kantor untuk berurusan,” jelasnya.

Senada, Kepala Seksi Informasi dan Publikasi DPMPTSP Kendari, Muhammad Arfan mengatakan untuk sementara Dilan hanya melayani pembuatan izin usaha perorangan atau mikro. Layanan yang diberikan berupa pemberian Nomor Izin Berusaha (NIB). “Dengan mengantongi NIB, usaha menjadi legal,” ujarnya.

Syarat mengurus NIB sangat sederhana, kata Arfan, warga atau pelaku usaha mikro menunjukan identitas diri berupa e-KTP, serta melampirkan alamat email, nomor telepon dan data atau informasi seputar usahanya seperti nama usaha, kegiatan usaha dan kapasitas produknya.

Sejauh ini, mobil Dilan telah melayani pembuatan izin usaha warga di Kecamatan Poasia, Kambu dan Kecamantan Mandonga. Rencananya, seluruh kecamatan menjadi target operasi mobil dilan. (b/ags)