KENDARIPOS.CO.ID — Kerja cepat Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 tidak sia-sia. Peluh Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir diapresiasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy. Sang menteri menilai, Wali Kota Sulkarnain mampu mengatasi berbagai permasalahan sosial akibat penyebaran wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

“Saya sangat mengapresiasi kerja cepat dari Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir untuk segera mengumpulkan, menginventarisir anak-anak kita yang orang tuanya wafat karena Covid-19.
Sesuai perintah dan arahan Presiden seluruh anak yang meninggal orang tuanya baik ayah, ibu maupun keduanya maka pemerintah harus memberikan perhatian,” kata Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Rujab Wali Kota Kendari, Jumat (22/10) kemarin.

Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah) didampingi Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) menyerahkan bantuan kepada anak terdampak Covid di Kendari, Jumat (22/10). Pemberian bantuan diharapkan bisa memotivasi mereka menjalani kehidupan di masa pandemi ini. AGUS SETIAWAN / KENDARI POS

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu meminta setelah data anak-anak tersebut valid, Pemkot Kendari segera mengusulkan ke Kemenko PMK RI untuk mendapatkan bantuan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Harus dipastikan mereka tidak terlantar dan masa depannya bisa terjamin. Salah satu yang bisa membuat masa depannya terjamin adalah pendidikan mereka yang berkelanjutan,” kata Muhadjir.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tiga periode itu menambahkan, bagi anak yang telah lulus SMA, SMK maupun MA maka diupayakan mendapatkan bantuan Program KIP Kuliah. “Segera diusul nanti kami proses,” perintah Muhadjir.

Mendapat arahan langsung dari menteri, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menegaskan seluruh anak yang terdampak Covid-19 segera didaftarkan sebagai penerima bantuan program KIP. Bagi Sulkarnain, kehadiran dan perhatian Menko Muhadjir merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap masyarakat khususnya para korban yang terdampak Covid.

Pemkot Kendari telah menunaikan instruksi Presiden untuk mendata anak korban pandemi Covid. Hasilnya, sekira 29 anak usia 0 – 17 tahun kehilangan orang tua baik ibu, bapak maupun keduanya karena Covid-19.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah, Pemkot Kendari bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan santunan sebesar Rp1 juta per orang. Wali Kota Sulkarnain menyadari jumlah bantuan yang diberikan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka, Akan tetapi setidaknya bisa dijadikan motivasi agar tetap bersemangat menjalani kehidupan ini. “Kami pastikan pemerintah selalu siap memfasilitasi mereka,” kata Sulkarnain.

Sekedar informasi, Menko PMK Muhadjir Effendy pada saat mengevaluasi program vaksinasi di Kendari pada (21/10) juga mengapresiasi Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir berserta jajaran yang sukses menjalankan pemberian vaksin terhadap masyarakat. Wali Kota Sulkarnain dinilai sukses mengakselerasi program vaksinasi hingga mencapai 61,72 persen, tertinggi se-Sultra.

Capaian vaksinasi sebesar 61,72 persen atau sebanyak 163.638 dari 265.147 jiwa sasaran vaksinasi itu meliputi tenaga kesehatan 5.601 orang (134,93 persen), pelayan publik 43.782 (115,72 persen), lanjut usia (lansia) 9.560 (56,10 persen), masyarakat umum dan rentan 78.612 (46,13 persen), remaja 26.082 (72,99 persen), dan vaksin gotong royong sebanyak 364 orang. (ags/b)

Akselerasi Vaksinasi Kota Kendari 61,72 Persen, Tertinggi se-Sultra