–Pelayanan Digital Cepat, Mudah, dan Murah
KENDARIPOS.CO.ID — Pengadilan Tinggi (PT) Sultra cakap dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Lembaga yang dinakhodai Dr.H.A.S. Pudjoharsoyo, SH, M.Hum itu meluncurkan inovasi pelayanan digital, aplikasi Pelayanan Terpadu Elektronik (e-Pandu). Aplikasi itu didedikasikan untuk memudahkan pelayanan di Sultra yang memiliki wilayah geografis luas sekaligus mengurai kerumitan pelayanan di pelosok.

Ketua PT Sultra, Dr.H.A.S. Pudjoharsoyo, SH, M.Hum, mengatakan, aplikasi e-Pandu hadir berangkat dari wilayah hukum yang luas dan jarak yang jauh. Selain itu, memudahkan stakeholder yang membutuhkan pelayanan di pengadilan, baik untuk penahanan, penyitaan, penggeledahan, izin besuk dan petikan putusan.

Semua kebutuhan permohonan itu dapat diajukan melalui aplikasi e-Pandu tanpa harus mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN). “Salah satu kelebihan e-Pandu, kepolisian atau kejaksaan tidak perlu datang langsung ke pengadilan untuk mengajukan permohonan, tetapi bisa melalui aplikasi e-Pandu,” kata Pudjoharsoyo kepada Kendari Pos dalam peluncuran aplikasi e-Pandu di Hotel Claro Kendari, Kamis (28/10).

Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin (kanan), Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba (tengah) dan stakeholder lainnya dalam peluncuran aplikasi e-Pandu di Claro Hotel Kendari, Kamis (28/10). FOTO: MUH. ABDI ASMAUL AMRIN/KENDARI POS

Aplikasi e-Pandu ini juga lahir untuk memecah kerumitan pelayanan hukum yang biasa dialami stakeholder di wilayah terpencil. Ketua PT Sultra, Pudjoharsoyo mencontohkan mengenai permohonan izin besuk. Saat pihak keluarga tahanan ingin membesuk di Rutan, maka dari kampung lalu ke pengadilan mengambil surat izin. Setelah itu balik lagi ke kampungnya, lalu ke Rutan.

Demikian pula, permohonan perpanjangan penahanan yang diajukan Polsek-Polsek, prosesnya bisa berhari-hari baru selesai. “Ada juga kejadian masyarakat ingin izin besuk keluarganya di Rutan yang sedang sakit, namun karena proses administrasi yang cukup rumit hingga akhirnya nyawa tidak terselamatkan,” tutur Pudjoharsoyo.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut menjadi persoalan krusial di lingkup PT Sultra. Di satu sisi ia melihat pengadilan-pengadilan negeri yang ada di Sultra sudah memiliki aplikasi namun belum terintegrasi satu dengan yang lainnya. Lalu, PT Sultra memutuskan membuat aplikasi e-Pandu.
Sistem pelayannannya masih sebatas perkara pidana dan akan terus dikembangkan. “Sistemnya telah terkoneksi langsung dengan Mahkamah Agung. Sistem ini dibangun melalui serangkaian uji coba dan sosialisasi kepada publik,” jelasnya.

Pudjoharsoyo menerangkan, maka efektivitas pelayanan hukum terhadap masyarakat akan lebih cepat, biaya murah, dan tidak ribet dengan aplikasi e-Pandu ini. Mengurus administrasi, tidak perlu datang ke pengadilan. Cukup mengajukan lewat aplikasi e-Pandu. Setelah terkirim, ada notifikasi (pemberitahuan) jawaban penyelesaian atas pengajuan. Di hari yang sama, surat-surat yang dibutuhkan, akan langsung ditampilkan dalam aplikasi. Lalu di unduh (download) untuk keperluan pemohon. Selanjutnya bisa digunakan sesuai kepentingannya.

Penyidik di Polsek-polsek pun dapat lebih cepat memproses perkara penahanan, melalui aplikasi e-Pandu. Izin besuk, ketika mengalami kendala akan mudah tertangani. Pemohon dapat mengajukan izin besuk dari rumah. Dokumennya tidak mesti dicetak, tapi cukup menunjukan bukti dalam aplikasi e-Pandu. “Melalui aplikasi e-Pandu, maka semua biaya di nolkan. Orang yang menghadapi kekurangan finansial, bisa terbantu melalui aplikasi e-Pandu,” terang Pudjoharsoyo.

Pudjoharsoyo menambahkan, manfaat lainnya e-Pandu yaitu menciptakan perubahan mindset lingkup pengadilan. Bahwa mereka dituntut memberikan pelayanan cepat, mudah, teliti, dan hemat biaya. “Semua ditayangkan secara transparan dalam aplikasi e-Pandu. Yang buat dan yang menandatangani akan terlihat jelas oleh masyarakat” tandasnya.

Dalam peluncuran e-Pandu, turut hadir Ketua Pengadilan Agama Sultra, H.A. Muzakki, Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin, Ketua DPRD Sultra Abdurahman Saleh, Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba, dan stakeholder lainnya. (ali/b)

Semua Ditayangkan Secara Transparan dalam e-Pandu