Gubernur Sultra, Ali Mazi bersama ibunda tercinta Hj Wa Nazia Binti La Umara, semasa hidup

–Sosok Penting Dibalik Sukses Gubernur Ali Mazi
KENDARIPOS.CO.ID– Mendiang Hj.Wa Nazia Binti La Umara, sosok perempuan hebat. Dari rahimnya, lahir putra putri membanggakan keluarga dan masyarakat Pasarwajo Kabupaten Buton. Kamis malam (7/10), Hj.Wa Nazia tutup usia. Dia pergi dengan rasa bahagia setelah melihat putra dan putrinya meraih sukses.

Semasa hidup, dia bangga dan bahagia melihat anak sulungnya, Ali Mazi menjadi orang nomor satu di Sultra. Hj.Wa Nazia menyaksikan dan mengiringi langkah anaknya menjadi Gubernur Sultra dua periode. Sang bunda juga punya putri yang menjadi Kepala Dinas Kesehatan, Hj.Usnia.

Hj.Wa Nazia adalah sosok penting dibalik suksesnya figur Ali Mazi menjadi Gubernur Sultra. Asuhan sosok ibu sederhana itu menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menggapai kesuksesan.
Kepergian ibunda tercinta meninggalkan kesedihan mendalam bagi Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Saat Hj.Wa Nazia menghembuskan nafas terakhir, Gubernur Ali Mazi berada di Jakarta memperjuangkan pemekaran provinsi Kepulauan Buton dan provinsi kepulauan lainnya. Keluarga memutuskan membawa jenazah almarhumah di kampung halamannya di Pasarwajo Kabupaten Buton.

Dari Jakarta, Ali Mazi bertolak menuju Pasarwajo melalui Bandara Betoambari, Baubau. Ia tiba di rumahnya sekitar pukul 11.00 Wita dan disambut anak-anaknya, saudara dan kerabat. Sejak pagi, rumah itu sudah didatangi para tamu yang menyampaikan belasungkawanya.

Usai dimandikan dan disalatkan, jenazah Hj. Wa Nazia diantar ke pemakaman. Ia kembali berbaring di samping pusara suami tercinta yang sudah pergi lebih dulu, tepat di sisi sebuah masjid yang dibangun anaknya, Gubernur Sultra Ali Mazi.

Gubernur Ali Mazi terus memandangi sang ibu hingga liang lahatnya tertutup tanah. Ia tampak tegar meski sesekali jemari mengusap bulir bening yang jatuh dari kelopak matanya. Ia juga menggenggam tangan anak bungsunya yang seolah mendapat kekuatan dari sana.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir dan mengucapkan belasungkawa. Terlihat di rumah duka ada Wakil Gubernur Lukman Abunawas, Bupati Buton La Bakry dan wakilnya Iis Elianti, Wakil Bupati Wakatobi Ilmiati Daud, Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse ada sejumlah unsur Muspida, pejabat eselon dua. Tampak juga puluhan rangkaian bunga duka cita memenuhi halaman rumah di Kelurahan Kambulambulana Kecamatan Pasarwajo itu.

Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mewakili pemerintah provinsi Sultra mengatakan almarhumah meninggal dunia pada pukul 21.25 Wita di rumah sakit Bahteramas Kendari. Usianya masuk 80 tahun. Wagub mengaku punya kisah luar biasa bersama mendiang ibunda gubernur itu. “Saya pernah ke tanah suci, tahun 2003, kala itu saya sama-sama beliau (almarhumah). Saya melihat betul beliau sosok ibu tidak pernah putus (taat) beribadah bahkan tidurnya sangat kurang,” kisahnya.

Melalui kesempatan itu, mantan Bupati Konawe dua periode ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kepala daerah yang turut hadir mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhirnya. ” Dan juga terimakasih untuk seluruh masyarakat yang sudah menyisihkan waktu dan tenaganya, sehingga pelaksanaan pemakaman berjalan baik,” tambahnya.

Saat ini kata dia, yang dibutuhkan almarhumah sekeluarga adalah doa dari segenap masyarakat Sultra. “Insya Allah Bapak gubernur senantiasa diberi kekuatan. Insya Allah ibu Hj.Wa Nazia husnul khatimah, meninggal malam Jumat, Insya Allah pertanda baik,” tutup Lukman Abunawas. (lyn/rah/b)