KENDARIPOS.CO.ID — Tiap tahunnya, ribuan warga luar Kendari yang melanjutkan studi di Kota Lulo. Sayangnya, sebagian dari mereka tidak taat mengurus administrasi kependudukannya. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari, sekira 5 ribuan mahasiswa belum pindah domisili.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengimbau seluruh masyarakat khususnya mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Kendari sebaiknya mengurus Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) Kendari. Itu penting agar memudahkan pemerintah melakukan pendataan.

Ilustrasi e-KTP

Selain itu, kepemilikian e-KTP Kota Kendari akan memudahkan mahasiswa mendapatkan akses bantuan dari Pemkot Kendari. Baik itu bantuan stimulus Covid, maupun bantuan beasiswa. “Ini semata-mata untuk memudahkan urusan administrasinya. Toh ini NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Terdaftar dimanapun tidak masalah. Apalagi pengurusannya gratis,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku telah menginstruksikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk melakukan “jemput bola” perekaman e-KTP terhadap sejumlah mahasiswa di Kendari. Khususnya yang sedang menuntut ilmu Universitas Halu Oleo.

Terpisah, Kepala Dinas Dukcapil, Iswanto Dongge mengaku siap melakukan perekaman e-KTP di Kampus UHO. Guna memaksimalkan perekaman, pihaknya telah menjalin kordinasi dengan pihak rektorat untuk membuka ruang perekaman di pelataran perguruan tinggi terbesar di Sultra itu. “Semua mahasiswa yang ingin pindah domisili di Kendari itu kami layani,” ujarnya.

Selain mahasiswa, pihaknya juga membuka ruang yang sebesar-besarnya bagi para pegawai atau karyawan universitas yang ingin pindah domisili atau sudah menetap di Kendari juga bagi masyarakat disekitar. “Dalam waktu dekat kita akan laksanakan,” kata Iswanto. (b/ags)

Manfaat Pindah Domisili
-Mudahkan Pendataan
-Tertib Adminduk
-Buka Akses Menerima Bantuan
-Baik Stimulus Covid dan Beasiswa