Lirik Inovasi Pemkot, Pemkab Morowali Berguru ke Kendari – Kendari Pos
Metro Kendari

Lirik Inovasi Pemkot, Pemkab Morowali Berguru ke Kendari


-Jari dan e-Proksi Jadi Bahan Percontohan

KENDARIPOS.CO.ID — Inovasi Pemkot Kendari cukup menarik perhatian Pemkab Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebagai bentuk keseriusan, tim Inspektorat Morowali diutus langsung ke Kota Kendari. Mereka ingin belajar dua aplikasi layanan Pemkot Kendari yaitu Jaga Kendari (Jari) dan Elektronik Program Pencegahan Korupsi (e-Proksi)

Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin mengatakan Pemkab Morowali berencana mengadopsi aplikasi Jari dan e-Proksi sebab dianggap efektif dalam mencegah praktek korupsi. Makanya, pihaknya telah menandatangani kerjasama dengan Pemkab Morowali. Upaya ini merupakan bentuk sinergisitas pemerintah daerah dalam mencegah perilaku korupsi.

Dari kiri ke kanan, Irban Investigasi Inspektorat Kendari Mulyadi, Kabid Infokom Diskominfo Kendari Herry Ashak, Inspektur Morowali Afridin, Inspektur Kendari Syarifuddin dan Plt Kepala Diskominfo Kendari Fadlil Suparman sempatkan foto bersama usai penandatangan kerjasama pemanfaatan aplikasi Jari dan e-Proksi. Foto: AGUS SETIAWAN/KENDARI POS

“Sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 72 Tahun 2019, APIP menjadi kordinator pencegahan korupsi di daerah. Menimbang tugas yang diemban cukup berat tentu dibutuhkan inovasi dan kreatifitas. Sehingga dihadirkanlah aplikasi Jari dan e-Proksi sebagai bentuk pencegahan korupsi,” kata Syarifuddin, usai meneken kerjasama dengan Inspektorat Morowali di Aula Inspektorat Kendari, kemarin.

Keputusan Pemda Morowali untuk mereplikasi Jari dan e-Proksi sangat tepat mengingat kedua inovasi tersebut terbukti membantu mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari perilaku korupsi, suap, pungli dan gratifikasi. Aplikasi Jari misalnya, sangat membantu pemerintah dalam layanan administrasi kependudukan. Saat ini, aplikasi Jari telah diunduh sekitar 20 ribuan.

“Di dalam aplikasi jari terdapat fitur nomor antrian yang bisa dimanfaatkan masyarakat yang ingin berurusan di Dukcapil. Karena pelayanan sudah melalui sistem otomatis niat untuk melakukan suap, pungli, dan gratifikasi itu bisa diredam. Karena mencegah lebih baik dari pada sudah terjadi,” kata Syarifuddin.

Untuk aplikasi e-Proksi, ia mengaku sengaja menghadirkannya sebagai saluran bagi masyarakat yang ingin mengadukan adanya pemimpangan dalam layanan pemerintahan. Hadirnya aplikasi tersebut juga semakin meningkatkan kewaspadaan aparatur lingkup Pemkot Kendari dalam menyelenggarakan pemerintahan. Guna menjaga keberlangsungan aplikasi, pihaknya menyematkan beberapa fitur penunjang seperi fitur daftar tamu, e-SKBT (Surat Keterangan Bebas Temuan Elektronik), dan fitur menarik lainnya.

“Kami ingin aplikasi ini terimplementasi dengan berkelanjutan. Makanya dalam pengembangannya kami upayakan ada sesuatu yang membuat aplikasi ini bisa bertahan. Contohnya fitur daftar tamu, setiap tamu yang datang di Inspektorat kami wajibkan mengisi daftar tamu secara elektronik. Dengan begitu masyarakat tentu harus mengunduh aplikasi e-Proksi. Begitupun bagi ASN yang ingin memperoleh e-SKBT,” kata Syarifuddin.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur Morowali Afridin menilai kehadiran aplikasi Jari dan e-Proksi sejalan visi Pemkab Morowali dalam mewujudkan daerahnya bebas korupsi. Apalagi tahun 2022, Pemkab Morowali menargetkan bisa bebas dari adanya temuan. Ia berharap, kedua aplikasi tesebut bisa membantu pemerintah melaksanakan tugas-tugas pengawasan.

“Dengan aplikasi ini, setidaknya ada upaya untuk mengontrol diri masing-masing. Kami pun yang bertugas melakukan pengawasan itu diawasi oleh masyarakat. Ini baik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kami upayakan tahun ini (Jari dan e-Proksi) sudah bisa kami launching (di Morowali),” kata Afridin. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy