KENDARIPOS.CO.ID — Seorang wanita Sylsiani Mursalim (41) mengaku bingung. Ia tak tahu mengadu kepada siapa lagi. Laporan yang dilayangkan atas dugaan penganiayaan terhadap ibunya bernama Yurina (72) di Polres Kendari seakan jalan di tempat. Padahal laporannya telah dilayangkan sejak tanggal 12 September lalu.

Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi di Jalan Brigjen M. Yunus Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Minggu (12/9) sekitar pukul 03.30 Wita dini hari. Sekelompok orang suruhan oknum tertentu datang memagari tanah orang tuanya yang masih berperkara.

“Mereka datang membawa parang dan linggis. Selain memasang pagar, sekelompok orang ini turut memasang baliho ditanah milik keluarganya. Tanah orang tua saya memang berperkara,” kata Sylsiani Mursalim saat berkunjung ke Graha Pena Kendari, Senin (25/10).

Sebagai pemilik lahan, pihaknya tidak menerima dan membongkar pagar yang telah dipasang. Pada saat dibongkar, sempat terjadi adu mulut dan cekcok yang berujung penganiayaan Yurina (72). “Mereka memutar tangan ibu saya dan terus membanting ke tanah dan menginjak dadanya,” kata Sylsiani.

Ilustrasi.(net)

Keluarga lanjutnya, tak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, sekolompok orang ini mengancam akan melakukan tindakan yang lebih berani. Seorang diantara mereka lalu menjulurkan badik. Pria yang mengancam itu menggunakan masker abu-abu dan tas selempang. “Kami telah melaporkan kejadian ini ke Polres Kendari. Segala bukti, seperti kesaksian, hasil visum dan video yang merekam aksi penganiayaan sudah kita tunjukkan ke polisi. Tapi perkembangannya kasusnya cukup lama sampai naik tingkatan,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna yang dikonfirmasi mengenai kasus ini mengatakan laporan tersebut telah ditindak lanjuti. Saat ini, pihaknya kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. “Hari ini (kemarin), masih berlangsung pemeriksaan saksi-saksi,” singkatnya melalui pesan Whatsap kemarin. (b/ndi)