Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wakatobi, H. Kamaruddin

KENDARIPOS.CO.ID– Upaya untuk melakukan pemerataan pasokan listrik demi terwujudnya keadilan energi di Pulau Kaledupa dan Binongko sudah dilakukan jauh-jauh hari oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi. Sejak tahun 2019 lalu, lahan seluas tiga hektare sudah disiapkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada dua pulau tersebut. Sayang, target terealisasi di tahun 2020 lalu pupus karena pandemi Covid-19.

Saat ini, Pemkab Wakatobi kembali melakukan koordinasi dengan pihak PLN Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat (Sulselrabar). Langkah tersebut untuk memastikan rencana dua tahun lalu yang belum terealisasi hingga saat ini. Mengingat, PLN Sulselrabar sebelumnya telah meminta Pemkab menyiapkan lahan pada tahun 2019 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wakatobi, H. Kamaruddin, menjelaskan, koordinasi tersebut dilakukan agar penerangan listrik 24 jam juga bisa dinikmati masyarakat Kaledupa dan Binongko. Sebagai daerah perikanan, kedua pulau ini sangat membutuhkan pasokan energi listrik. “Jadi, di Pulau Kaledupa kita siapkan dua hektare dan di Binongko satu hektare. Itu sejak tahun 2019.Di perencanaan PLN Sulselrabar akan realisasi tahun 2020. Tapi sudah mau dilelang, ternyata pandemi Covid-19.

Akhirnya direfocusing. Sehingga pembangunan tersebut belum dilakukan hingga sekarang,” terangnya, Kamis (21/10). Meski demikian, Kamaruddin menyebut Bupati Wakatobi, Haliana, sudah berinisiatif mengupayakan pemerataan listrik pada empat pulau ini. Jika di Pulau Wangi-Wangi dan Tomia sudah 24 jam maka di Kaledupa dan Binongko harus menikmati kondisi yang sama. “Jadi, karena PLTS ini belum dibangun, maka langkah yang akan diambil itu rencanaya melalui hibah dalam bentuk barang (BBM) ke PLN untuk siang hari. Ini untuk dua pulau ini.

Jadi, dihitung-hitung itu untuk satu tahun anggarannya sebesar Rp 3,8 miliar untuk dua pulau ini,” bebernya. Pihaknya juga akan terus menagih janji PLN Sulselrabar terkait rencana pembangunan PLTS pada dua pulau tersebut. Sebab semua sudah masuk dalam perencanan yang tertulis pada presentaso PLN Sulselrabar. “Diupayakan secepatnya dan diharapkan tahun 2023 sudah bisa terlaksana,” tandas Kamaruddin. (b/thy)