-Cakupan Vaksinasi Masih di Bawah 60 Persen

KENDARIPOS.CO.ID– Meski kasus aktif covid-19 terus menurun, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kendari belum bisa turun level I. Pasalnya, cakupan vaksinasi di Kota Lulo masih 58 persen. Sementara untuk turun level, cakupan vaksinasi minimal 60 persen.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadiri mengatakan PPKM level II di Kota Kendari kembali diperpanjang mulai tanggal 5 Oktober hingga beberapa hari ke depan. Pemerintah pusat belum menurunkan level PPKM karena belum tercapainya cakupan vaksinasi 60 persen yang menjadi syarat terwujudnya kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Saat ini, (vaksinasi) baru 58 persen. Oleh karena itu, saya minta dukungan seluruh pihak agar berpartisipasi dan terlibat dalam vaksinasi. Selain agar Kendari bisa turun ke level I, juga dalam rangka mempercepat Herd Immunity sehingga kita bisa segera terbebas dari pandemi Covid-19,” kata Sulkarnain Kadir kemarin.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, drg Rahminingrum mengatakan terus berupaya menggenjot program vaksinasi di Kota Lulo. Salah satunya melalui penyelenggaraan vaksinasi massal yang dilaksanakan di Kantor Dinkes dan seluruh Puskesmas di Kendari.

“Vaksinasi terus berjalan. Dalam seminggu kami gelar tiga hari, yakni pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Stok vaksin saat ini juga masih tersedia. Masih ada sekitar dua ribu dosisi untuk jenis Sinivac dan sembilan ribu dosis jenis moderna,” ungkap Rahminingrum kemarin.

Sementara itu, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr.Algazali Amirullah mengatakan alasan pemerintah belum menurunkan level PPKM bukan hanya cakupan vaksinasi, namun juga dikarenakan wabah corona belum sepenuhnya bisa dikendalikan. Di Kota Kendari, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 per 100 ribu penduduk tercatat masih 7,22 persen. Untuk bisa dinyatakan terkendali angkanya harus berada di bawah 2 atau 1 persen.

“Secara keseluruhan sudah ada perbaikan dan mulai terkendali. Karena saat ini pasien rawat inap tidak ada, jumlah pasien meninggal dalam sepekan juga tidak ada, testing (positif rate) per minggu juga rendah hanya 0,51 persen, tracing (rasio kontak erat/kasus konfirmasi) per minggu tidak ada, dan traetment (penyembuhan) perminggu mencapai 5 persen. Tapi semua kita kembalikan lagi karena pusat yang menilai,” kata Algazali. (b/ags)