Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Zulkarnain Mansyur

KENDARIPOS.CO.ID– Beberapa waktu lalu, dua wilayah di Kabupaten Kolaka, yakni Sani-Sani di Kecamatan Samaturu dan Tamborasi di Kecamatan Iwoimendaa, telah ditetapkan sebagai desa wisata binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), bersama dengan 222 desa lainnya di tanah air. Dengan ditetapkannya dua desa wisata tersebut, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka berupaya mengembangkan destinasi yang ada.

Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Zulkarnain Mansyur, mengungkapkan, destinasi di Desa Sani-Sani dan Tamborasi terus dibenahi. Untuk mengoptimalkan potensi wisata yang ada, pihaknya meminta bantuan ke Kemenparekraf. “Kami sudah bermohon ke Kementerian untuk meminta dukungan program pengembangan destinasi wisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Semoga di tahun 2022 usulan tersebut direalisasikan,” tuturnya, Minggu (10/10).

Kata Zulkarnain, ada sejumlah destinasi wisata menarik yang terdapat di dua desa tersebut, seperti Puncak Indah Kapu di Desa Sani-Sani dan Sungai Tamborasi di Desa Tamborasi. Ia berharap, dengan direalisasikannya permohonan tersebut oleh Kemenparekraf, maka pihaknya optimis, destinasi itu akan semakin maju dan menarik wisatawan untuk berkunjung.

“Puncak Indah Kapu ini pemandangannya sangat indah, seperti negeri di atas awan. Sedangkan Sungai Tamborasi yang terpendek di dunia, baru saja dinobatkan sebagai destinasi wisata unik oleh Kemenparekraf dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia tahun 2020. Jadi jika usulan kami tersebut direalisasikan oleh Kemenpar, maka destinasi wisata tersebut akan semakin menarik,” tukasnya. (c/fad)