Hartono

— PT 722 dan PT AMI Diminta Bertanggung Jawab
KENDARIPOS.CO.ID– Terungkap, manajemen PT 722 Internasional ternyata belum tuntas menunaikan janjinya pada keluarga Syahrul Siregar, karyawan yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Pekerja itu tertimbun di lokasi penambangan milik PT Akar Mas Internasional (AMI) pada Februari 2021 lalu.

Keluarga Syahrul hingga kini masih menanti janji pihak PT 722. “Dulu sebelum korban meninggal, istrinya membeli motor secara kredit. Saat korban meninggal, motor tersebut belum lunas namun pihak PT 722 saat itu berjanji akan menuntaskan pembayaran tersebut. Sayangnya, sampai sekarang janji itu belum ditunaikan juga,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kolaka, Hartono, Kamis (28/10).

Hartono mengatakan, saat ini Disnakertrans Kolaka berupaya membantu keluarga korban agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan. Namun, pihaknya menemui kendala. “PT 722 ini sudah tidak beroparasi lagi di Kabupaten Kolaka. Jadi, kami kesulitan untuk menemui pihak perusahaan,” ujarnya.

Meski demikian, Hartono berharap agar PT AMI yang merupakan mitra PT 722 saat itu dan kini masih beroperasi di Kabupaten Kolaka, ikut berupaya menyelesaikan keluhan keluarga korban tersebut.
“PT AMI juga seharusnya bertanggung jawab. Karena korban ini meninggal di lokasi penambangan mereka yang dikerjakan oleh PT 722,” tegasnya.

Untuk diketahui, Februari lalu warga Kecamatan Samaturu, Syahrul Siregar (32) yang merupakan pekerja PT 722 Internasional tewas tertimbun tanah di lokasi penambangan milik PT AMI di Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa. Untuk diketahui, PT 722 Internasional merupakan mitra kerja PT AMI saat itu. Adapun PT AMI merupakan perusahaan tambang swasta yang sebelumnya selalu disorot karena diduga melakukan sejumlah pelanggaran dalam proses penambangan. (c/fad)