KENDARIPOS.CO.ID — Cakupan vaksinasi Kota Kendari telah mencapai 60,54 persen. Namun angkanya masih di bawah standar Herd Immunity yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO) yakni 70 persen. Atas dasar itulah, camat dan lurah diminta melakukan upaya “jemput bola” untuk menggenjot cakupan vaksinasi.

Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Hj Nahwa Umar mengatakan peran camat dan lurah sangat diperlukan pemerintah untuk mengajak warganya berpartisipasi dalam program vaksinasi. Nahwa yakin cara ini bakal ampuh mengingat para perangkat pemerintah itu lebih dekat dan tahu persis kondisi warganya.

Untuk mengejar herd immunity, Pemkot Kendari memasifkan pelaksanaan vaksinasi covid. Tampak warga mengikuti vaksinasi di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari. AGUS SETIAWAN/KENDARI POS

“Saya sudah instruksikan seluruh camat dan lurah agar menjemput warga dan membawa langsung ke Dinas Kesehatan atau fasilitas kesehatan (Puskesmas) terdekat untuk diberikan vaksin. Vaksinnya gratis tidak dipungut biaya,” kata Nahwa Umar kemarin.

Mantan Kepala Bapenda Kendari ini menambahkan, herd immunity merupakan salah satu indikator penurunan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) suatu daerah. “Tanggal 18 Oktober, Mendagri kembali akan mengumumkan instruksi. Mudah-mudahan Kota Kendari bisa turun ke level 1,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kendari, drg. Rahminingrum mengatakan terus membuka layanan vaksinasi bagi masyarakat. Khusus di Kantor Dinkes pihaknya membuka layanan setiap hari. Sementara untuk layanan faskes (Puskesmas) buka selama tiga hari (Senin, Rabu, Jumat) setiap pekannya.

Rahminingrum yakin, upaya mencapai Herd Immunity bisa terealisasi mana kala masyarakat sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan diri agar terhundar dari penularan covid.

“Mudah-mudahan bisa terkejar sampai sebelum diumumkannya Inmendagri yang baru. Olehnya itu kami minta masyarakat untuk saling meningatkan dan saling bahu membahu mensukseskan program ini. Apalagi jumlah stok vaksim saat ini masih cukup tersedia, masih ada ribuan dosis,” kata Rahminingrum. (b/ags)