Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kolut, Syamsul Ridjal

— Petani Kekurangan Pupuk Bersubsidi
KENDARIPOS.CO.ID– Sebagai daerah pertanian dan perkebunan, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) seharusnya mendapat pasokan dan kuota pupuk bersubsidi yang memadai. Sebab jika terjadi kelangkaan, maka dapat menyebabkan hasil produksi menurun dan membuat semangat tanam para petani jadi lemah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kolut, Syamsul Ridjal, mengaku, idealnya, pasokan pupuk subsidi untuk wilayahnya mencapai 10 ribu ton per tahun. Sayangnya, usulan itu jauh dari cukup dan hanya dipenuhi sekitar 20 persen saja atau 2 ribu ton dari jumlah rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diminta.

“Ada pembatasan di tingkat Pemerintah Provinsi. Idealnya 10 ribu ton,” ungkap Syamsul Ridjal, akhir pekan lalu. Data kebutuhan yang diusul tersebut merupakan hasil catatan kelompok tani yang didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) desa atau kecamatan masing-masing. Para penerima pupuk subsidi, tentu mengantongi rekomendasi yang terintegrasi dengan RDKK.

Minimnya pasokan tentu saja meresahkan petani. Karena selain potensi kelangkaan, juga sangat berdampak pada hasil panen mereka sendiri. “Yang harus dijaga jangan sampai petani beralih profesi dan sawah maupun kebun mereka kembali jadi semak belukar,” khawatirnya.

Syamsul Ridjal menyampaikan keluhan para petani, karena secara tidak langsung berimplikasi pada kesuksesan pencapaian produksi, swasembada pangan dan produksi hortikultura. Setiap proses penyaluran pupuk subsidi juga diawasi agar tidak salah sasaran. “Jika jauh dari permintaan jelas sangat kekurangan. Kami harap ini menjadi perhatian serius,” pungkasnya. (b/rus)