ELYN IPO/KENDARI POS
PERHATIKAN WARGA BAJO : Direktur KAT, M. Safii Nasution (tengah) saat mengunjungi warga di Dusun Bajo di Desa Benteng, Kecamatan Lasalimu dan didampingi Kadis Sosial Buton, Asnawi Jamaluddin (ketiga dari kanan).

KENDARIPOS.CO.ID– Komunitas Suku Bajo yang ada di Desa Benteng, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, akan mendapat sejumlah fasilitas tambahan di wilayahnya. Setelah ditetapkan sebagai salah satu Komunitas Adat Terpencil (KAT) oleh Kementerian Sosial, kelompok etnis yang identik dengan rumah terapung itu, kini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Sejak Kamis (14/10) lalu, Direktur KAT pada Kementerian Sosial RI, M. Safii Nasution berkunjung di Desa Benteng. Rombongan pejabat pusat berada di Tanah Wolio selama dua hari.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton, Asnawi Jamaluddin, mengatakan, kunjungan Direktur KAT itu membawa banyak kabar baik. Selain menyerahkan bantuan dan jaminan hidup bagi warga lanjut usia (Lansia), warga Dusun Bajo juga akan mendapatkan pelayanan melalui Balai Sosial dan Klinik Terapung. “Balai Sosial itu sebagai wadah bagi kegiatan community center dan ada juga masukan pelayanan pendidikan. Direncanakan pengadaan klinik terapung, utamanya bagi ibu yang mau melahirkan itu sangat dibutuhkan,” terangnya, Jumat (15/10).

Balai Sosial itu akan dibangun tahun ini juga. Sedangkan Klinik Terapung masih harus menunggu persetujuan karena terkait alokasi anggaran. “Kalau Balai Sosial, sebelum kunjungan menteri, itu sudah harus selesai. Makanya minggu depan sudah ada aktivitas pembangunan. Kalau soal klinik, itu baru menjadi masukan saat pertemuan kemarin, tetapi dijanji untuk diupayakan,” sambung Asnawi Jamaluddin.

Diketahui Dusun Bajo adalah salah dari empat KAT yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Tiga lainnya adalah Raja Ampat dengan suku Asmatnya, Kalimantan untuk suku Dayak dan Jambi, suku Anak Dalam. “Buton ini yang keempat dikunjungi oleh Dirjen. Nanti tahun ini juga sudah diagendakan kunjungan menteri sosial,” tutup Asnawi. (c/lyn)