Kasus Penggadaan Uang Masuk Tahap I, Pelaku Terinsiprasi Kanjeng Dimas – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Kasus Penggadaan Uang Masuk Tahap I, Pelaku Terinsiprasi Kanjeng Dimas

KENDARIPOS.CO.ID — Meski kerap terjadi, penipuan dengan modus praktek penggandaan uang gaib masih saja terulang. Baru-baru ini, Polda Sultra telah menetapkan seorang pria berinisial S (50) asal Landono, Konawe Selatan (Konsel) sebagai tersangka. Saat ini, kasusnya telah masuk ke tahap satu.

“Untuk kasus tersebut sudah tahap satu, sudah pengiriman berkas kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari. Pelimpahannya dilakukan minggu lalu. Kini tinggal menunggu petunjuk selanjutnya dari pihak Kejaksaan,” beber Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, AKBP Bambang Wijanarka melalui Kasubdit III Jatanras, AKBP Mulkaifin saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (12/10).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, AKBP Bambang Wijanarka (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan (kanan) menunjukkan barang bukti dari tersangka S (baju tahanan) saat menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu. FOTO: I NGURAH PANDI SENTOSA/KENDARI POS

Sejauh ini, tersangkanya satu orang. Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga menipu belasan korbannya hingga ratusan juta rupiah. Apalagi praktek perdukunan ini telah berlangsung lama atau sejak 5 tahun lalu. Namun aksinya harus berakhir ditangan Tim Jatanras Dit Reskrimum Polda Sultra.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra AKBP Bambang Wijanarka mengatakan aksi yang dilakukan oleh tersangka sudah sejak tahun 2016. Untuk mengelabui korbannya, tersangka bercerita bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk menggandakan uang dengan terlebih dahulu mengadakan ritual gaib yang dilakukan di tengah sawah.

Dengan berbagai modus, tersangka meyakinkan korban dengan meminta sejumlah uang dan bisa menggandakan dengan berkali-kali lipat. “Korban sang dukun ada 14 orang, dengan kerugian hingga Rp 237 juta rupiah lebih,” ujarnya.

Tersangka mengaku, aksinya dilakukan karena terinspirasi oleh Kanjeng Dimas, selain itu desakan ekonomi karena tersangka diketahui memiliki empat orang Istri. Kini tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal 36 ayat 1 dan 2 undang undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang serta pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun,” terangnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy