Ketgam : Pelaksanaan Bimtek di salah satu desa binaan yaitu Desa Mata Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konsel.

-Lakukan Bimtek Penyusunan Master Plan

KENDARIPOS.CO.ID– Lambaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo Kendari, melalui tim tenaga pengajar Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UHO melaksanakan bimbingan teknis. Yakni penyusunan master plan penataan permukiman Desa Mata Wawatu Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan yang dimulai sejak Bulan Agustus 2021 – 31 Oktober 2021.

Desa tersebut juga merupakan desa binaan Jurusan Arsitektur UHO. Tim ini diketuai Dr. Ishak Kadir, ST., MT dan beranggotakan : Annas Ma’ruf, ST., MT, Dr. M.Arzal Tahir, ST., M.Si, La Ode Amrul Hasan, ST., MPW dan Weko Indira Romanti Aulia, ST., M.Sc. Ketua Tim PKM UHO mengatakan,Bimtek dilaksanakan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan merupakan bagian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), untuk memenuhi indikator kinerja utama Program Studi Arsitektur UHO.

“Penataan permukiman Desa Mata Wawatu belum berjalan secara maksimal dan terarah. Itu karena di wilayah tersebut belum memiliki pola dan arah kebijakan pengembangan wilayah secara berkelanjutan,” terangnya.

Adapun permasalahan umum yang dihadapi masyarakat antara lain: potensi sumber daya alam belum tertata dengan baik karena belum memiliki arah kebijakan pembangunan yang jelas. Demikian pengetahuan masyarakat dalam penataan lingkungan permukiman masih kurang.

Ada beberapa metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan diantaranya: model Participatory Rural Appraisal yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kegiatan. Kemudian model Participatory Tecnology Development , yang memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai standar berbasis pada ilmu pengetahuan dan kearifan lokal dan sejumlah model yang digunakan.

Materi pelatihan berisi pentingnya master plan desa sebagai rujukan dan kebijakan pembangunan desa. Dokumen master plan desa/kelurahan berguna untuk merencanakan dan mengendalikan agar lahan-lahan yang ada di desa/kelurahan dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

Master plan desa / kelurahan juga menjadi benteng pertahanan ketika terjadi permasalahan terkait lahan seperti alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan terbangun atau hal-hal yang perlu dipertahankan untuk menghindari terjadinya pergeseran tatanan dan struktur desa/kelurahan. Hal ini mengingat desa / kelurahan memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan bahan pangan lokal, sumber air bersih serta suplai udara yang bersih.

Selain melakukan sosialisasi tentang master plan dan teknik survey dan pemetaan, juga dilaksanakan pendampingan teknis dalam kegiatan survey dan pemetaan wilayah. Yakni dengan aplikasi pemetaan menggunakan teknologi drone. Kerja praktek mahasiswa yang melakukan perancangan insfratruktur desa, penyusunan master plan dan lainnya.Hasil dari survey tersebut kemudian dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan warga masyarakat untuk dianalisis dan dimasukkan dalam indikasi program dalam dokumen master plan desa.

Dr.Ishak Kadir berharap, dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi warga masyarakat Desa Mata Wawatu dan mampu mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa serta analisisnya secara partisipatif. Selanjutnya semua itu disusun ke dalam konsep dan strategi pembangunan dan pengembangan desa secara berkelanjutan.
“Selain itu dapat memberikan manfaat yang besar dalam perencanaan pembangunan wilayah Desa Mata Wawatu maupun Kecamatan Moramo Utara dan Kabupaten Konawe Selatan pada umumnya. Sehingga pembangunan dapat lebih terarah dan terencana serta berkelanjutan,” paparnya.

Saat ini Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UHO telah melakukan kerjasama dengan 8 desa yang telah dijadikan desa binaan.Desa tersebut yakni : Kabupaten Wakatobi; Kecamatan Kaledupa ada 3 desa yakni Desa Ambeua Raya, Desa Horuo, Desa Kalimas. Kecamatan Kaledupa Selatan yakni Desa Tanomeha dan Desa Peropa. Lalu di Kabupaten Konawe Selatan, berada di Kecamatan Moramo Utara Yakni Desa Mata Wawatu. Kemudian di Kabupaten Kolaka, di Kecamatan Wundulako Desa Unamendaa. Selanjutnya di Kabupaten Muna Barat, Kecamatan Kusambi di desa Sidamangura.(adv)