-Diskominfo Persiapkan Aplikasi Command Center

KENDARIPOS.CO.ID–Pemkot Kendari memiliki layanan aplikasi cukup banyak. Jumlahnya mencapai 22 aplikasi yang dijalankan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Atas dasar itulah, pemkot melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Komimfo) akan mengintegrasikan seluruh aplikasi dalam suatu wadah yang disebut Command Center atau pusat kendali berbasis teknologi dan informasi.

Kepala Dinas Kominfo Kendari, Mohammad Nur Rasak mengatakan ide menyatukan seluruh aplikasi dalam suatu wadah dicetuskan langsung Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. Integrasi layanan ini dalam rangka memudahkan masyarakat dalam mengakses seluruh layanan pemerintah.

“Pada tahun 2022, kita akan membuat Command Center. Sesuai arahan Pak Wali Kota, nanti di sana akan ada 12 operator. Mereka yang akan menghandel semua kegiatan (melayani) atau permasalah (aduan) masyarakat yang disampailan melalui aplikasi,” kata Nur Rasak, kemarin.

Ia menyebut, 22 aplikasi yang bakal diintegrasikan dalam Commad Center diantaranya adalah aplikasi SPPD Elektronik, Laika, Simper, Jari (Jaga Kendari), SI-TPPNS, Jakpa (Pajak Menyapa), Si Mantap, Absen Online, Kendari Preneur dan lainnya. Di sisi lain, hadirnya command center merupakan upaya pihaknya dalam mensukseskan visi Wali Kota yakni menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan) informasi dan teknologi.

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, Command Center merupakan sebuah inovasi dalam layanan publik yang berbasis IT (Informasi dan Teknologi). Wadah tersebut sengaja dihadirkan sebagai bentuk respon pemerintah terhadap kemajuan teknologi.

“Seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini, tentu membuat kita harus semakin kreatif dan inovatif dalam menghadapinya. Kami ingin seluruh layanan sudah berbasis elektronik supaya bisa memutus hirarki pelayanan manual, yang memakan waktu lama dan berpotensi terjadi penyimpangan,” kata Sulkarnain Kadir.

“Sehingga saya minta seluruh OPD untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Secara perlahan kira rubah layanan manual selama ini menjadi layanan digital berbasis aplikasi. Saya sudah instruksikan Dinas Kominfo untuk mendampingi OPD lainnya, termasuk menyiapkan satu wadah agar aplikasi yang ada bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat,” pungkasnya. (b/ags)