-Mampu Bertahan Hingga 50 Tahun

KENDARIPOS.CO.ID — Pengerjaan jalur lingkar dalam atau Inner Ringroad Kota Kendari terus dikebut. Hingga kini, progresnya sudah mencapai 5 persen. Uniknya, jalan sepanjang 4,1 kilometer itu dibangun tak menggunakan aspal namun konstruksi beton. Dengan material beton, jalan diprediksi bisa bertahan hingga 50 tahun.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku sengaja menggunakan konstruksi beton lantaran kontur tanah pembangunan jalan yang lembek (bekas rawa) sehingga tidak memungkinkan penggunaan material aspal. “Kalau pakai aspal pasti mudah rusak. Apalagi yang yang kita bangun cukup lebar,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Di sisi lain, pemilihan material beton sudah melalui kajian yang dilakukan PT Istaka Karya (Persero) dan memprediksikan penggunaan material beton bisa bertahan selama 30 – 50 tahun. “Supaya kita membangun sekali. Karena (Konstruksi Beton) bisa bertahan sekian puluh tahun. Tidak lagi harus bolak balik memperbaiki jalan rusak,” kata Sulkarnain Kadir.

Sulkarnain yakin hadirnya inner ringroad nantinya akan dapat menghidupkan daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi terkhusus bidang perikanan, pedagangan dan pariwisata di Kota Lulo. Selain itu, bisa mengurangi tingkat kemacetan di beberapa titik rawan macet di wilayah Kota Kendari.

Arus lalu lintas di Kota Kendari mulai padat. Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Pemkot Kendari membangun dua jalur penghubung sepanjang 4,1 kilometer. Proyek yang menelan anggaran Rp 220 miliar ditargetkan rampung Juni 2022 mendatang. MUHAMMAD ABDI ASMAUL AMRIN/KENDARI POS

“Seperti kemacetan di Jalan ZA Sugianto (jembatan triping) dan Jalan MT Haryono (Pasar Sentral Wuawua/Pasar Baru) terutama pada pagi dan sore hari,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)