Foto bersama seluruh pegawai IAIN Kendari usai menggelar kegiatan Raker tahun 2021. (FOTO : Humas IAIN Kendari)

KENDARIPOS.CO.ID– Dalam rangka mewujudkan lembaga yang unggul dan berkualitas, Perguruan Tinggi (PT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2021 dengan mengusung tema “Berkinerja, Bersinergi, Wujudkan Perguruan Tinggi Bereputasi ” .

Raker ini diikuti oleh peserta dari seluruh unsur pimpinan pada fakultas, lembaga, dan unit, pengurus lembaga kemahasiswaan lingkup IAIN Kendari, serta sejumlah stakeholder pengendalian mutu perguruan tinggi dari Universitas Haluoleo (UHO) Kendari.

Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd., saat membuka kegiatan tersebut meminta peserta untuk merencanakan program dan kegiatan tahun 2022, yang difokuskan pada peningkatan mutu kelembagaan terutama akreditasi program studi.

“Untuk mewujudkan perguruan tinggi yang bereputasi, dapat kita lakukan dengan perencanaan dan penyusunan program kerja yang matang, berbasis peningkatan mutu akademik serta membangun sinergi secara internal maupun eksternal, untuk peningkatan nilai akreditasi. Rapat kerja ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menyegarkan kembali semangat dan komitmen dalam rangka merealiasikan target akreditasi ini,” ungkap Faizah Binti Awad, pekan lalu.

Ia berharap dengan pelaksanaan Raker yang dilakukan bisa memberikan sebuah dampak positif kedepanya. “Artinya apa yang telah kita rencanakan, tahun depan semua bisa tercapai, terutama peningkata mutu jurusan, serta alih setatus menjadi UIN. Semoga di tahun 2022 semua kita bisa capai. Untuk itu saya mengajak seluruh stakeholder IAIN, mari bekerja lebih keras, terus tingkatkan performa dan kuantitas, demi peningkatan lembaga menjadi unggul dan maju,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., yang menjadi narasumber secara virtual,  juga memberi penguatan terkait peningkatan mutu PTKIN. Tantangan serius yang dihadapi PTKIN saat ini adalah peningkatan grade akreditasi baik program studi maupun institusi.

“Pencapaian akreditasi menjadi indikator pencapaian mutu pada lembaga perguruan tinggi. Oleh karena itu PTKIN harus melakukan hal yang positif, produktif, inovatif dalam mencapai nilai akreditasi. Program sebelumnya yang belum berbasis akreditasi dievaluasi dan dibenahi agar mampu mendongkrak perolehan nilai akreditasi,” paparnya.

Sementara itu, Pengembangan Akademik Diktis Kemenag, Dr. Syafi’I M.Ag., juga menjadi narasumber, menguraikan sejumlah strategi pengembangan mutu kademik pada PTKIN. Strategi ini antara lain menyusun metode pembelajaran yang mengacu pada pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi, pembenahan fungsi dan output dari ma’had al-jami’ah, menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan baik internal maupun eksternal serta merealisasikan kebijakan kampus merdeka dan merdeka belajar.

“Strategi ini dapat dimanifestasikan dalam bentuk kebijakan pimpinan PTKIN untuk memperkuat terciptanya budaya mutu pada perguruan tinggi,” ucapnya.

Dan bagi para peserta, Selama kegiatan rapat kerja berlangsung, mereka dituntut menyelesaikan penyusunan perencanaan program, dan kegiatan yang mengacu pada kebijakan peningkatan mutu menuju kampus bereputasi. Pembahasan penyusunan program ini dibagi dalam tiga komisi berbeda sesuai dengan kewenangan para Wakil Rektor.

Untuk diketahui, hasil pembahasan pada sidang komisi ditetapkan dalam rapat pleno yang disetujui oleh seluruh peserta rapat kerja. Program dan kegiatan yang telah disepakati akan dilanjutkan dengan penyusunan anggaran yang akan digelar sebelum pengajuan pagu indikatif tahun 2022. (rls/ilw)