KAMALUDDIN/KENDARI POS
SELEKSI MANDIRI : Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga (kiri) saat memantau pelaksanaan tes SKD pelamar CPNS pada hari pertama di otoritanya, kemarin.

–Tes Mandiri SKD CPNS dan PPPK Dimulai
KENDARIPOS.CO.ID– Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) tahun 2021, dimulai sejak Kamis(7/10).

Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga, yang membuka secara resmi pelaksanaan SKD tersebut mengaku bersyukur, karena pihaknya sudah bisa melaksanakan seleksi secara mandiri.”Memang ini sengaja kita persiapkan agar bisa melaksanakan seleksi secara mandiri, apalagi fasilitas kita sudah ada. Sekarang sudah memadai, karena ada auditorium, fasilitas jaringan internet. Meski dengan berbagai tantangan, namun ini semua dilakukan dalam rangka menuju Konsel sebagai Smart City,” kata Konsel-1 itu.

Surunuddin berharap, pelaksanaan seleksi mandiri perdana tersebut bisa berjalan dengan sukses tanpa ada kendala. Ia berharap, ke depan Konsel bisa dipercaya dan dijadikan sebagai tempat strategis pelaksanaan tes CPNS. “Seperti Bombana, sudah bisa memilih Konsel sebagai tempat terdekat untuk gabung. Tentu akan berdampak pada peningkatan PAD kita,” sarannya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Konsel, Hj. Sitti Chadidjah, menjelaskan, proses tes SKD CPNS dan PPPK non guru lingkup Pemkab dilaksanakan mulai tanggal 7 hingga 13 Oktober 2021 mendatang. “Dengan penerapan protokol kesehatan ketat, proses tes SKD CPNS dan PPPK non guru, setiap harinya diatur menjadi empat sesi. Tiap sesinya hanya dikuti 100 orang,” terang Chadidjah di lokasi ujian.

Ia merinci, formasi CPNS yang akan diterima tahun ini sebanyak 134 orang. CPNS khusus disabilitas empat orang, kemudian PPPK non guru 201 orang. Sementara untuk PPPK guru mencapai 1.991 orang. Dalam pelaksanaan seleksi hari pertama kemarin, tercatat 31 peserta gagal mengikuti ujian. “Dari laporan panitia, sesi pertama, ada tiga orang tidak ikut. Sesi kedua, sembilan orang, sesi ketiga juga sembilan dan keempat, 10 orang. Jadi totalnya ada 31 orang absen. Sehingga yang ikut tes hanya 369 orang,” sebut Chadidjah. (b/kam)