Muhammad Ilwanto/Kendari Pos
Suasana pelaksanaan ANBK pada salah satu SD di Kota Kendari, beberapa waktu lalu. 

KENDARIPOS.CO.ID– Sekolah Dasar (SD) se Kota Kendari mulai hari ini, (18/10) sampai 22 Oktober, dijadwalkan melakukan uji coba/simulasi pelaksanaan Asesmen Nasional. Kegiatan ini sebagai bentuk persiapan pengganti Ujian Nasional yang akan dilaksanakan tanggal 15 November mendatang.

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dikmudora Kendari, Muchdar Alimin, M.Pd., mengatakan simulasi dilaksanakan untuk lebih mematangkan berbagai persiapan, terutama mengenai sistem jaringan dan lainnya.

“Ini untuk meninjau sejauh mana kesiapan sekolah dalam melaksanakan Asesmen Nasional nantinya. Terutama mengenai persiapan peralatan komputer, jaringan internet, serta kesiapan siswa dalam melaksanakan Asesmen, apakah sudah siap secara mental atau belum. Untuk itu, dilakukan uji coba seperti ini,” ungkap Muchdar Alimin, Minggu (17/10).

Lanjut dia, terkait pelaksanaan ujian coba, akan dilakukan dengan dua gelombang. Hal ini untuk lebih mengefisienkan kondisi agar tidak terjadi gangguan teknis, seperti masalah kelancaran internet. Mengingat ini menggunakan sistem aplikasi sehingga aksesnya harus dilakukan secara terbatas agar tetap berjalan lancar.

“Kita bagi dua gelombang, pertama akan dilakukan mulai dari tanggal 18-19 Oktober dan gelombang kedua dimulai tanggal 21-22 Oktober. Ini untuk meminimalisir terjadinya berbagai kesalahan karena pada saat Asesmen Nasional akan dibagi bahkan sampai empat gelombang demi memperlancar pelaksanaan Asesmen,” jelasnya.

Selain uji coba, pihak Dikmudora Kendari juga melakukan persiapan pada para operator sekolah yang akan bertugas mengawasi dan mengontrol jalannya kegiatan Asesmen Nasional.

“Kita tekah adakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 100 operator sekolah untuk untuk mempersiapkan mereka dalam memantau pelaksanaan Asesmen Nasional. Tentunya itu sangat perlu dilakukan karena bagaimanapun seluruh sistem dan mekanisme yang berkaitan langsung dengan proses Asesmen harus betul-betul dipersiapkan dengan matang,” tandasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan simulasi Asesmen Nasional diikuti sebanyak  126 sekolah, yang terdiri dari 106 SD negeri dan 20 sekolah swasta. Dengan masing-masing sekolah diikuti sebanyak 30 peserta dan cadangan 5. (ilw/b)