KENDARIPOS.CO.ID– Harga emas di PT Pegadaian (Persero) turun cukup drastis, Rabu (6/10). Harga jual emas di Pegada­ian sebesar Rp 856.000/gram atau turun Rp 45.000 dibandingkan sehari se­belumnya. Sedangkan harga beli berada di level Rp 830.000/gram, turun Rp 43.000.

Penurunan harga jual juga terjadi pada produk emas Antam Batik yang tercatat berada di level Rp 1.115.000/gram atau sebe­sar Rp 2.000. Begitupula dengan emas UBS yang jatuh di level Rp 906.000 per gram. Di sisi lain, emas batangan Antam Retro jus­tru menguat tipis Rp 1.000. Harga jual emas Antam Retro cetakan 1 gram ter­catat Rp 906.000.

Harga emas diperkirakan tidak akan melampaui har­ga tertingginya pada tahun lalu. Hal ini sejalan den­gan kondisi perekonomian yang kian membaik yang salah satunya dipicu oleh menurunnya sentimen risiko terhadap pandemi Covid-19. Meskipun demi­kian, emas tetap memiliki prospek yang cerah kede­pannya karena masih ber­peran sebagai safe heaven atau instrumen investasi yang aman.

“Harga emas secara kese­luruhan belum mengalami peningkatan secara signi­fikan. Melihat tren harian, ada peningkatan positif. Namun secara umum be­lum signifikan,” ujar Sen­ior Manager PT Pegadaian (Persero) Cabang Kendari, Rahmat Saleh, kemarin.

Rahmat menjelaskan, harga emas secara umum ditentukan oleh kondisi permintaan dan pena­waran. Pada awal pandemi Covid-19, harga emas men­galami lonjakan yang tidak biasa. Pandemi menyebab­kan kepanikan sehingga banyak pelaku investasi yang beralih ke investasi emas karena dianggap se­bagai instrumen investasi paling aman.

Dinamika permintaan terhadap emas di saat pandemi lebih dipengaruhi oleh aspek psikologis. Saat ini, karena masyarakat sudah kian “bersahabat” dengan pan­demi, kemudian didorong dengan program vaksinasi, penurunan kasus aktif, maka masyarakat mulai beralih ke investasi lain terutama saham. Investasi emas memang aman dan mudah cair, namun saham menjanjikan profit yang lebih tinggi dibandingkan emas.

“Ada harapan pada in­vestasi saham dan mereka mulai meninggalkan tren investasi emas. Karena permintaan turun, harga (emas) juga cenderung turun. Sebenarnya bukan harga emasnya yang turun. Kondisi harga emas saat ini sifatnya fundamental. Begi­nilah seharusya. Kenaikan (harga) di tahun 2020 terla­lu tinggi karena efek kepan­ikan terhadap pandemi,” pungkas Rahmat. (uli/b)