AGUS SETIAWAN/KENDARI POS
GURU HONORER : Kepala Kantor Kemenag Kendari, Zainal Mustamin (podium) saat memberikan penguatan kepada guru non asn di MTsN 1 Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID– Sejumlah guru non ASN di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kendari menuntut adanya kenaikan upah kepada pemerintah. Mereka menganggap, upah yang diberikan selama ini tidak sebanding dengan tanggungjawab (beban kerja) yang diemban.

Guru Non ASN di MTsN 1 Kendari bernama Ani mengaku upah yang diterima belum sepadan dengan beban kerja yang diberikan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini mengharuskan pembelajaran secara daring (online) yang membutuh biaya (paket data) lebih banyak.

“Kami harap pemerintah bisa menaikkan gaji honorer. Bukannya tidak mensyukuri apa yang telah diberiban selama ini, tetapi ini untuk jaga-jaga. Kan saat ini masih suasana Covid-19,” ujarnya kemarin.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kendari, Zainal Mustamin mengaku telah menerima keluhan para guru honorer yang ada di Madrasah. Ia berharap para honorer tetap bersabar karena pihaknya akan mengupayakan kenaikan upahnya.
Meski tidak menyebut detail jumlah, Mustamin berjanji akan segera mengusulkan tambahan insentif guru madrasah non ASN ke Kanwi Kemenag Sultra. “Nanti kami akan usulkan dalam perencanaan tahun depan. Karena gaji guru (non ASN) saat ini hanya Rp 1,3 juta. Mudah-mudahan nanti bisa ditingkatkan minimal setara UMR (Upah Minimum Regional),” ungkapnya.

Sebagai bentuk antisipasi, Mustamin menyarankan sekolah memanfaatkan sisa anggaran program dan menguatkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk membantu tenaga honorer. “Semoga bisa meringankan beban guru-guru Non ASN kita sehingga bisa semanagat untuk membimbing anak-anak kita,” pungkasnya. (b/ags)