KENDARIPOS.CO.ID — Lahan persawahan di Kota Kendari tidak terlalu luas. Hanya berkisar 1.203 hektar. Kendati demikian, Pemkot tetap mengupayakan peningkatan produksi berasnya. Tak heran, pemerintah intens melakukan pendampingan dan menyalurkan bantuan benih padi kepada petani.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, penyaluran bibit benih padi merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada para petani di Kendari. Ia yakin benih padi yang disalurkan bisa meringankan beban petani karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli benih.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyerahkan kartu tani kepada salah satu petani di Kawasan Persawahan Amohalo Kelurahan Baruga. Kartu tani nantinya bisa digunakan untuk mengakses bantuan benih padi dari pemerintah. AGUS SETIAWAN/KENDARI POS

“Saya sudah instruksikan Dinas Pertanian (Distan) untuk menginventarisir seluruh petani kita. Beri bantuan bibit agar mereka semangat untuk bertani. Agar produksi beras juga meningkat sehingga kita tidak bergantung pada daerah lain,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Terpisah, Kepala Distan Kendari Sitti Ganef mengatakan telah mendistribusikan bantuan benih padi kepada petani sawah. Upaya itu dilakukan untuk menggerakkan sektor pertanian secara lebih maksimal. Penyaluran benih padi, hanya difokuskan pada dua kelurahan yakni Kelurahan Baruga (Amohalo) dan Kelurahan Labibia. Adapun bantuan yang disalurkan adalah benih padi jenis hibrida dengan total sebanyak 200 hektar atau berkisar 3 ton.

Padi jenis hibrida kata dia, sengaja menjadi pilihan lantaran sangat cocok ditanam pada laham sempit. Selain itu, hasil panen padi hibrida bisa menghasilkan 12 ton beras per hektar atau lebih tinggi sekitar 25-35 persen jika dibandingkan dengan padi inbrida (lokal) yang hanya mampu menghasilkan 8-10 ton per hektar.

“Mudah-mudahan bantuan yang kami salurkan bisa meningkatkan hasil panen petani, sehingga produksi beras kita meningkat sekaligus bisa mewujudkan swasembada pangan,” kata Sitti Ganef.

Selain bibit padi jenis hibrida, pihaknya tetap menyalurkan benih padi kualitas medium kepada petani. Jumlahnya sama dengan benih padi hibrida yakni sebanyak 3 ton. Bukan hanya itu, Distan juga menyalurkan bantuan benih jagung hibrida sebanyak 200 hektar atau sekira 500 kg untuk semua kecamatan, bantuan benih sayuran seluas 10 hektar di Kecamatan Kambu dan Poasia, serta bantuan sarana dan prasarana pertanian seperti Cultivator bagi petani sawah maupun lahan kering.

Untuk diketahui produksi beras Kota Kendari pada tahun 2020 mencapai 1.410,68 ton. Tahun ini, Pemkot Kendari memproyeksikan ada peningkatan produksi seiring pemanfaatan benih padi hibrida. Saat ini, Pemkot juga tengah mengembangkan benih padi lokal yang diberi label “Owoha”. (b/ags)