Ruas Jalan Baru Memangkas Waktu Tempuh


KENDARIPOS.CO.ID — Ibu kota Kabupaten Buton, Pasarwajo terus bersolek. Selain sisi pantainya dipoles kian ciamik dengan sentuhan tanggul bernuansa wisata, pemerintah daerah juga memperluas kawasan ibu kota dengan membuka ruas-ruas jalan baru. Tahun ini, ada tiga mega proyek perintisan jalan baru dikerjakan. Penambahan ruas jalan keluar masuk wilayah ibu kota itu dipastikan akan mampu mendongkrak perekonomian daerah.

Proyek jalan terbesar adalah pembukaan jalan alternatif tambang yang menghubungkan antara Kecamatan Pasarwajo menuju Lasalimu. Saat ini proyek itu sudah tampak progresnya, meski belum terhubung kedua sisinya. Pemkab Buton menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah yang bersumber dari dana pinjaman. Proyek perkerasan jalan tersebut ditargetkan tuntas tahun ini.

Gubernur Sultra Ali Mazi (tengah, sedang menyimak dokumen) didampingi Bupati Butom, La Bakry (empat dari kiri) dan Wakil Bupati Buton, Iis Elianti (kanan, berhijab, kemeja kotak-kotak) saat meninjau akses jalan menuju lokasi pembangunan sejumlah venue Porprov Sultra 2022 di Buton. ELYN / KENDARI POS

“Biasanya waktu tempuh ruas Kabungka-Lawele ini sekira 1 sampai 2 jam. Nantinya jika proyek jalan ini tuntas, waktu tempuh tersisa setengah jam saja. Karena jaraknya nanti tinggal 28 kilometer, jadi bisa 50 kilometer kira-kira kurangnya,” jelas Bupati Buton La Bakry.

Proyek ruas baru lainnya adalah poros Baubau-Pasarwajo yang melewati Desa Waanguangu menuju Lapodi. Saat ini lintasan itu berjarak sekitar 18 kilometer. Sementara ruas baru yang tengah dikerjakan saat ini 12 kilometer. “Kalau sekarang banyak berkelok, padahal jaraknya sebenarnya dekat. Nanti kalau sudah jadi (jalan), akses cepat dan mudah, hanya 6 kilometer,” kata Bupati La Bakry.

Dengan jarak itu, kata mantan ketua KONI Buton ini pengendara bisa menghemat waktu tempuh antara Baubau dan Pasarwajo. “Bisa 10 hingga 20 menit lebih cepat,” ujarnya.

Selain dua proyek itu, Pemkab Buton juga membuka jalan baru untuk mendukung infrastruktur olahraga. Yakni jalur poros menuju kawasan stadion. Saat ini jalan itu juga tengah dalam pengerjaan.
“Alhamdulilah masalah lahan sudah tuntas, sekarang sudah lanjut lagi,” terang Bupati La Bakry.

Akan tetapi, sejauh ini item pekerjaan yang dilakukan berupa pembukaan jalur dan perkerasan. Baik itu jalur Kabungka-Lawele, Waanguangu-Lapodi maupun jalan stadion dari Kelurahan Kombeli ke area Takawa. Jika anggaran mencukupi, pengaspalannya baru direncanakan tahun depan. “Belum diaspal sekarang, baru perkerasan saja,” ucapnya.

Untuk semua proyek jalan baru itu, La Bakry belum dapat merinci anggarannya. Bagi dia, soal anggaran dan pengawasan sudah dikuasakan ke dinas terkait. “Kalau anggarannya nanti coba tanya di PU. Saya hanya lihat pekerjaannya itu sementara jalan terus, sepertinya sudah hampir tembus antara dua titiknya,” terangnya. (lyn/b)

Item Pekerjaan Berupa Pembukaan Jalur dan Perkerasan