ADI HIDAYAT/KENDARI POS
MESIN GILING : Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar saat melihat proses kerja mesin RMU bantuan bagi Gapoktan Nario di Desa Nario Indah, Kecamatan Anggotoa.

KENDARIPOS.CO.ID– Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nario yang menggarap sawah di Desa Nario Indah, Kecamatan Anggotoa, mendapat bantuan rice milling unit (RMU) atau mesin penggiling padi berkapasitas kecil dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Bantuan itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) yang diusulkan pada tahun 2020 lalu dan ditransfer ke rekening Gapoktan penerimanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar, mengatakan, pihaknya hanya sebatas mengusulkan Gapoktan calon penerima bantuan. Sementara eksekusi akhirnya yakni penetapan lokasi, ditentukan langsung oleh Kementan RI. “Proses pengusulannya itu sejak tahun 2020. Biasanya tahun kemarin kami dapat dua, tapi tahun 2021 hanya satu,” ujar Muhammad Akbar, kemarin.

Ia menambahkan, pihaknya mengusulkan sebanyak lima titik penerima bantuan di Konawe pada tahun 2020 lalu. Gapoktan calon penerima bantuan DAK itu, katanya, semuanya bertempat pada basis-basis lumbung padi. “Kapasitas RMU itu hanya 1,5 sampai 3 ton perhari. Sehingga mesin ini spesifikasi RMU unit kecil,” ungkap mantan Camat Unaaha tersebut. Muhammad Akbar menyebut, tahun ini pula bantuan RMU yang diperoleh Gapoktan Nario sudah terbangun dan akan mulai beroperasi.

Anggaran yang digunakan untuk membangun seluruh fasilitas RMU ini menghabiskan biaya sebanyak Rp 500 juta.
“Dari anggaran tersebut dibagi tiga kegiatan. Ada pembangunan gedung dan gudang, RMU, juga lantai jemurnya yang langsung direncanakan oleh kelompok tersebut. Kehadirannya diharapkan dapat meminimalisir persoalan yang kerap timbul mengenai gabah. Mulai dari harga jual, kualitas dan ketergantungan dari penggilingan besar,” pungkasnya. (c/adi)