Kepala Bidang Pence­gahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kolaka, dr. Muhammad Aris

KENDARIPOS.CO.ID– Sepanjang tahun 2021 ini, sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kolaka, tercapat empat kasus ma­laria dan tersebar pada tiga kecamatan. Rinciannya dua kasus di Kecamatan Pomalaa, serta masing-masing satu kasus di Baula dan Kecamatan Kolaka.

Kepala Bidang Pence­gahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kolaka, dr. Muhammad Aris, men­gungkapkan, jumlah kasus malaria pada 2021 ini memang menurun drastis, dibanding dengan tahun se­belumnya. Pada tahun 2020 lalu, pihaknya mencatat ada 19 kasus malaria di otorita Bupati, H. Ahmad Safei.

Ia menjelaskan, kasus malaria yang ditemukan di Bumi Mekongga merupakan murni dari luar. Artinya, warga yang menderita malaria itu sudah terkena penyakit tersebut di daerah lain sebelum masuk ke Kabupaten Kolaka. Untuk terus menekan kasus malaria tersebut, maka kata Aris, pihaknya melakukan upaya pencegahan.

“Upaya yang dilakukan adalah bagaimana agar kasus luar yang datang itu tidak lantas menyebar. Kami cepat mendeteksi kasus dengan meningkatkan kewaspadaan di setiap Puskesmas. Kemudian setelah ditemukan, maka langsung ditangani,” jelasnya, Senin (11/10).

Agar pencegahan lebih maksimal, pihaknya meminta Surveilans Dinkes untuk memetakan dengan melakukan penyelidikan epidemiologi. Sehingga segala potensi ka­sus luar biasa (KLB) bisa segera ditemukan. “Secara umum KLB itu ketika sudah ada kasus meninggal. Peningkatan kasus secara signifikan dan penyeba­ran lokal. Alhamdulillah, di Kabupaten Kolaka pada tahun 2021 hingga saat ini tidak ada kasus mening­gal dunia karena malaria,” paparnya.

Meskipun belum ada kasus warga yang meninggal karena malaria, Aris meminta untuk tetap waspada terhadap penyakit tersebut. Sebab, kata dia, penya­kit malaria bisa menyebabkan kematian. “Terutama kalau sudah sampai ke otak atau malaria cerebral. Gejalanya, demam biasanya periodik atau berpola, misalnya beberapa jam, kemudian turun, keringat berlebih, dingan menggigil, lalu demam lagi. Begitu seterusnya,” beber dr. Aris. (c/fad)