DISKOMINFO KOTA BAUBAU FOR KENDARI POS
EKSPOS KEBERHASILAN : Sekot Baubau, Roni Muhtar (tengah) ketika memimpin rapat persiapan peringatan HUT ke-20 kota sebagai daerah otonom dan hari jadi ke-480 yang akan diisi dengan ekspos keberhasilan pembangunan tiga tahun Tampil Manis dan gelaran berbagai ritual budaya.

KENDARIPOS.CO.ID– Puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-20 Kota Baubau sebagai daerah otonom dan hari jadi ke-480, akan digelar pada Minggu (17/10) mendatang. Perayaan kali ini akan berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang tanpa ada kegiatan karena pandemi Covid-19. Tahun ini Pemkot mendesain beberapa kegiatan untuk menyemarakkan peringatan HUT Kota Baubau dan hari jadi daerah.

Mulai dari pelaksanaan ekspos keberhasilan pembangunan tiga tahun AS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse (Tampil Manis) memimpin sebagai wali kota dan wakil wali kota, hingga gelaran berbagai ritual budaya.
“Kita punya beberapa acara. Ada ekspos hasil-hasil kerja Tampil Manis selama tiga tahun. Juga pakande-kandea dan bedah buku yang dibuat oleh Bapak Wali Kota Baubau. Ini penting untuk didesiminasikan informasinya pada masyarakat,” kata Sekretaris Kota (Sekot) Baubau, Roni Muhtar saat ditemui, Kamis (14/10).

Dalam peringatan HUT ke-20 dan Hari Jadi Baubau ke-480, Dinas Pariwisata Kota turut menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya. Mulai dari tutuaringa batupoaro, santiago, tutuaringa andala, pekakande-kandea, poagana lipu dan bubusiana lipu. “Semua itu untuk menjaga muruah budaya yang kemudian ujungnya lebih pada promo wisata. Ini untuk menunjukkan masih ada ritual-ritual yang dipertahankan di Baubau. Makanya pemerintah membantu untuk tetap melestarikan itu, ritual yang sejak zaman enam kerajaan 38 Kesultanan harus tetap terjaga,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Idrus Taufik Saidi, kemarin.

Dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan termasuk ritual budaya, Pemkot Baubau telah berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Kemudian kita juga menekankan agar selalu patuh dan mengedepankan protokol kesehatan. Jumlah orang dalam kelompok kegiatan budaya tidak boleh melebihi 30 sampai 50 orang,” tutup Idrus Taufik Saidi. (b/ahi)