Agnes Widiastuti

KENDARIPOS.CO.ID–Komoditas logam (nikel) merupakan penopang utama ekspor Sultra. Peran nikel sekira 99 persen pada periode Agustus 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra mencatat terjadi penurunan ekspor pada golongan barang tersebut. Penurunannya mencapai USD 76,10 juta atau sekira 19,99 persen menjadi USD 304,57 juta dari ekspor sebelumnya (Agustus 2020) sebesar USD 380,67 juta.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti men­gatakan, penurunan ekpor nikel dipen­garuhi penurunan produksi yang ber­dampak pada penu­runan volume ekspor. Meski begitu, lanjut dia, penurunannya masih dalam kategori wajar pasalnya golon­gan barang HS (72) itu masih menjadi peno­pang ekspor Sultra.

Lanjut dia, domi­nasi nikel terhadap komoditas ekspor Sul­tra dibuktikan den­gan andilnya sebesar 99,12 persen pada periode ekspor Agus­tus 2021. “Golongan barang logam masih mendominasi,” ujar Agnes, kemarin.

Selain komoditas logam, terdapat empat golongan barang lain­nya yang juga berkon­tribusi terhadap ek­spor Sultra yaitu ikan dan udang dengan ni­lai ekspor pada Agus­tus 2021 sebesar USD 2,37 juta (0,77 persen), bijian berminyak USD 0,30 juta (0,10 persen), paket pos parsel dan barang dikembalikan USD 0,02 juta, (0,01 persen), serta komodi­ta kayu dan barang dari kayu USD 0,01 juta.

“Pada periode Agus­tus 2021 total ekspor kita mencapai USD 307,027 juta. Komod­iti kita paling banyak diekspor ke Tiongkok, India, Belanda, Ameri­ka Serikat, dan Korea Utara,” kata Agnes. (ags/b)

Agnes Widiastuti