Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir

–PPKM di Kendari Berpeluang Turun ke Level 1
KENDARIPOS.CO.ID– Kerja keras Pemkot Kendari mengendalikan penyebaran Covid patut diapresiasi. Dalam dua pekan terakhir, tidak terdapat tambahan kasus wabah yang menyerang sistem pernapasan itu. Berbekal kerja keras itu, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Kendari berpeluang turun ke level 1.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan tidak ditemukannya kasus Covid baru dalam dua pekan terakhir dipengaruhi peningkatan tingkat kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. “Masyarakat kita sudah tahu caranya agar tidak terpapar Covid-19. Karena hampir dua tahun kita menghadapinya. Kami juga tidak pernah bosan mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi prokes,” kata Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, kemarin.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kendari, drg.Rahminingrum mengatakan, tidak ditemukannya kasus baru Covid-19, selain karena meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap prokes, juga dipengaruhi program vaksinasi yang digencarkan pemerintah.

“Cakupan vaksinasi saat ini sudah mencapai 58,92 persen. Progres sudah baik. Dengan vaksinasi, bisa meminimalisir potensi masyarakat tertular. Jikapun tertular, gejala yang dirasakan tidak berat. Bahkan bisa mengurangi risiko kematian akibat gejala berat Covid-19,” ungkap Rahminingrum.

Saat ini, Dinkes Kota Kendari mengebut vaksinasi masyarakat untuk mencapai target herd immunity sebesar 70 persen dari populasi sebagai salah satu syarat agar PPKM turun ke level 1. “Kami mengajak seluruh warga Kendari untuk vaksinasi ke kantor Dinkes atau seluruh Puskesmas di Kendari,” kata Rahminingrum.

Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr.Algazali Amirullah mengatakan kebijakan PPKM level 2 saat ini berpeluang turun level. Pasalnya, satgas kembali memberi waktu pemkot memperpanjang status PPKM level mulai 12 hingga 18 Oktober. “Masih ada sekira sepekan lebih untuk berbenah supaya bisa turun ke level 1. Vaksinasi harus digenjot supaya bisa mencapai 70 persen. Kalau sudah tercapai maka otomatis kita sudah mencapai Herd Immunity bahkan status PPKM bisa turun level,” kata Algazali.

Sekedar informasi, hingga kemarin, tersisa 61 pasien masih dalam perawatan. Sementara progres vaksinasi sekira 58,92 persen atau 156.218 orang dari 265.147 penduduk telah menerima vaksin. Rinciannya, sebanyak tenaga kesehatan (Nakes) 5.583 orang, pelayan publik 43.188, lanjut usia (lansia) 9.396, masyarakat umum dan rentan 73.446, remaja 24.605, dan vaksin gotong royong sebanyak 327 orang. (ags/b)