ZULFADLY NUT/KENDARI POS
JALUR PUBLIK UNTUK TAMBANG : Aktivitas hauling PT AMI di jalur nasional Desa Hakatutobu, Pomalaa, kemarin. Pihak DPRD Kolaka berjanji akan tetap mengawasi kegiatan angkutan material tambang yang dilakukan perusahaan tersebut.

KENDARIPOS.CO.ID– Meskipun surat dispensasi untuk melintasi jalan nasional masih dipertanyakan, namun PT Akar Mas Internasional (AMI) tetap melakukan aktivitas pengangkutan material tambang (hauling) dengan melintasi akses publik tersebut.

Dari pantauan Kendari Pos, truk pengangkut material PT AMI masih terlihat menggunakan jalan nasional. Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Akhdan, menegaskan, pihaknya akan tetap mengawal aktivitas hauling PT AMI. “Kami tetap awasi, agar pengguna jalan nasional tetap nyaman,” janjinya, Kamis (7/10).

Terkait surat dispensasi melintasi jalan nasional, kata Akhdan, PT AMI telah memiliki persyaratan untuk hauling tersebut. Sayangnya, ia tidak menyebutkan secara detail kapan surat dispensasi tersebut dikeluarkan. “Berdasarkan informasi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, surat dispenasi melintasi jalan nasional untuk PT AMI telah dikeluarkan. Tapi, kami akan tetap awasi aktivitas haulingnya,” ulangnya, menegaskan.

Untuk diketahui, PT AMI merupakan perusahaan yang sering disorot karena disaat sebelum mengantongi izin dispensasi untuk melintasi jalan nasional, truk pengangkut material tambang perusahaan tersebut malah tetap memanfaatkan jalur yang ada di Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa.

Akibat aktivitas PT AMI tersebut, jalan nasional yang dilintasi menjadi berlumpur dan licin sehingga membahayakan pengendara. Sejumlah kelompok masyarakat telah beberapa kali melakukan aksi unjukrasa di DPRD Kolaka untuk meminta pihak terkait menghentikan aktivitas hauling perusahaan tersebut. (b/fad)