KENDARIPOS.CO.ID — Sejak 2019 lalu, Pemkab Buton dalam kendali Bupati La Bakry mendorong peningkatan sektor pertanian. Petani distimulasi mengembangkan tanaman pala dan kelapa genjah. Dua komoditas itu bisa menjadi primadona pertanian Buton di masa mendatang. Selain cocok dengan tingkat kesuburan tanah, nilai ekonominya juga cukup menjanjikan. Makanya dalam 3 tahun terakhir, Pemkab Buton terus memberikan perhatian khusus pada petani pala dan kelapa genjah di tujuh kecamatan yang ada.

“Saya sering katakan bahwa kita harus optimistis dengan potensi pala dan kelapa genjah ini. Kalau kita serius, saya sudah hitung-hitung, tahun 2045 pendapatan 27 juta perkapita pertahun seperti yang ditargetkan Presiden, bisa kita wujudkan di Buton,” ujar Bupati Buton La Bakry saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dalam budidaya pala dan kelapa genjah, Rabu (27/10) kemarin.

Tanaman pala dan kelapa genjah kata dia bisa dipanen sepanjang tahun. Harganya pun cukup menggiurkan, bisa mencapai Rp40 hingga Rp100 ribu perkilogramnya. Pemasarannya pun luas hingga ke luar negeri. “Jadi jangan takut, ikhtiar kita ini sangat besar peluangnya berhasil, yang penting petani juga terus belajar dan berusaha. Pemerintah siapkan bibitnya, lahan banyak, tinggal kemauan saja,” terang kepada para petani yang hadir dalam pelatihan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian di Desa Karya Jaya Kecamatan Siontapina.

Bupati Buton La Bakry (tiga dari kiri) menyerahkan bantuan peralatan pertanian kepada perwakilan kelompok tani, Rabu (27/10). ELYN IPO / KENDARI POS

Menurut Bupati Buton La Bakry, perpaduan tanah yang subur dan komoditas yang cocok belum cukup mendorong peningkatan sektor pertanian. “Keberhasilan pertanian juga terletak pada kekuatan petani dan para penyuluh. Sumber daya manusianya menjadi penentu saat kita bercocok tanam,” kata Bupati La Bakry.

Perkembangan ilmu dan teknologi membuat sektor pertanian juga menawarkan banyak kemudahan. Sehingga pertanian modern yang berbudaya industri harus menjadi acuan dalam meningkatkan pendapatan petani, yang dalam pelaksanaanya memperhatikan potensi wilayah. “Ilmunya kita harus punya, bagaimana memelihara pala dan kelapa genjah itu. lalu, kita juga harus manfaatkan teknologi. Jangan tradisional terus. Sekarang zaman sudah berkembang,” lanjut dia.

Selain peningkatan kapasitas penyuluh teknologi budidaya pala dan kelapa genjah, Bupati Buton La Bakry menyerahkan bantuan peralatan pendukung kepada para petani. “Pemberian bantuan secara simbolis. Bantuan alat pengendali hama tanaman sebanyak 141 unit dan parut ubi 18 unit se-Kabupaten Buton,” rinci Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Ma’mul Jamal.

Ma’mul Jamal mengatakan penerima bantuan adalah kelompok tani yang bermohon kepada pemerintah. Sementara sumber anggarannya dialokasikan dalam APBD induk tahun 2021. “APBD murni kabupaten Buton sumbernya. Ini juga bukti bahwa bupati sangat concern di bidang pertanian,” tambahnya. (lyn/b)

Penerima Bantuan adalah Kelompok Tani