Suasana pelaksanaan kursus bahasa mandiri yang diikuti mahasiswa Unsultra secara online.

KENDARIPOS.CO.ID–Sebanyak 40 mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mengikuti kegiatan kursus Bahasa Mandarin bertajuk “Come and Learn Chinese Language”. Kegiatan yang digelar Politeknik Sultan Azlan Shah (Malaysia) bekerjasama dengan Internasional Asosiation of Management and Human Resource Development, dilakukan secara online pada Kamis (21/10).

Rektor Unsultra, Prof.Dr. Andi Bahrun, M.Agrc., mengatakan kursus Bahasa Mandarin merupakan hal yang positif yang dapat mendorong communication skils mahasiswa Unsultra. Upaya ini sekaligus bentuk implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU), telah dilaksanakan sebelumnya dengan pihak penyelenggara.

“Kemitraan ini telah dijalani kedua belah pihak, tentu dengan harapan mampu memberikan dampak positif, terutama dalam peningkatan mutu kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM),” ungkap Andi Bahrun, Kamis (21/10).

Lanjut dia, kursus Bahasa Mandarin merupakan kegiatan awal dan pertama kali dilakukan oleh Unsultra. Tentunya ini akan menjadi awal yang baik untuj menyelenggarakan kegiatan serupa kedepannya.

“Kita sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Kami diberikan sebuah ruang yang sangat baik, untuk bisa lebih terbuka menerima berbagai aspek keilmuan, terutama dalam bidang penguasaan bahasa asing,” jelasnya.

Bahasa Mandarin merupakan salah satu bahasa internasional, yang penutur aslinya tersebar di berbagai nrgara, termasuk di Indonesia. Untuk itulah, penguasaan Bahasa Mandarin ini akan menjadi hal yang bermanfaat. Unsultra melibatkan mahasiswanya dengan harapan mereka bisa melatih kemampuan bahasa asingnya sehingga lebih siap menghadapi tantangan global kedepannya, baik dalam dunia pekerjaan dan lainnya.

Prof. Andi Bahrun pun berencana mengadakan kursus Bahasa Mandarin di Unsultra, sebagai salah satu wujud nyata untuk terus mengeksplor berbagai wawasan, demi memperkuat keterampilan betkomunikasi mahasiswa dalam bahasa asing.

“Kami sudah merencanakan untuk membuat tempat kursus Bahasa Mandarin sehingga bukan hanya Bahasa Inggris saja yang kita pelajari, tetapi berbagai bahasa asing kita akan coba kuasai, minimal bisa untuk percakapan sehari-hari. Tentunya tidak menutup kemungkinan, selain dua bahasa itu, akan ada lagi kursus bahasa lainnya, yang tentunya akan menyesuaikan dengan kondisi kedepan,” tandasnya. (ilw/b)