Suasana pelaksanaan visitasi yang dilakukan secara online.

Diikuti 100 Sekolah di Sultra

KENDARIPOS.CO.ID– Setelah sebelumnya berhasil menggelar kegiatan visitasi pertama, dengan melibatkan 310 sekolah mulai dari tingkat SD/MI sampai SMA/MA se Sultra. Kini Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM) Sultra, kembali melakukan visitasi tahap kedua, yang digelar mulai dari tanggal 15 sampai 25 Oktober mendatang.

Ketua BAN-SM Sultra, Prof.Dr.H. Anwar Hafid, M.Pd, mengatakan kegiatan visitasi tahap kedua ini, adalah sebagai tindak lanjut kegiatan sebelumnya. Dimana penyelenggaraan visitasi dilakukan dengan dua cara yang secara online dan offline.

”Visitasi merupakan bagian proses reakreditasi yang bermaksud untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sultra. Tahun ini, kita memiliki sekitar 425 sekolah yang akan diakreditasi. Namun dalam proses akreditasi yang sudah kita lakukan, pada tahap pertama itu ada sebanyak 8 sekolah yang tidak terakreditasi, yaitu dari tingkat SD/MI sebanyak 5 sekolah, SMP/MTS 1 dan SMK 2,” ungkap Anwar Hafid, Jum’at (22/10).

“Yang tidak terakreditasi, karena memiliki masalah seperti sekolah yang tidak memiliki kesiapan dalam menyiapkan berbagai dokumen, ada sekolah yang tutup, dan juga tanpa keterangan sama sekali,” tambahnya.

Lanjut dia, untuk ditahan kedua ini, itu ada sekitar 100 sekolah yang lagi sementara menjalani proses visitasi dari para tim asesor kami, dengan menjalankan berbagai tahapan dan motede sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan, tanpa adanya kecurangan atau hal-hal apapun.

“Sejauh ini, semunya berjalan lancar tanpa adanya hambatan dan kendala sama sekali, dan tentunya kita harapakan ini akan berjalan terus sampai proses visitasi ini berakhir, dengan harapan semua sekolah bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” paparnya.

Saat ini masih ada 15 sekolah yang belum melakukan visitasi, karena berbagai alasan. Dan tentunya sekolah yang belum melakukan proses akreditasi, masih menunggu keputusan pusat selanjutnya. Meski begitu sekolah-sekolah tersebut, tetap melakukan pengisian dokumen.

Diakuinya, Akreditasi di Sultra tahun ini sangat meningkat pesat, dimana seluruh sekolah yang diakreditasi ini merupakan sekolah yang tidak berstatus terakreditasi. Menariknya, tak sedikit sekolah yang baru tahap pertama mengikuti proses akreditasi, tapi sudah mendapatkan hasil yang baik.

“Visitasi tahun 2021 terjadi peningkatan hasil akreditasi, dimana umumnya terakreditasi (97,42%) dan hanya 2,58% yang tidak terakreditasi. Dan saya yakin hasil dari visitasi kedua itu tidak akan jauh berbeda hasilnya, karena kami sudah mendapatkan laporan dari tim asesor, hanya ada beberapa sekolah saja yang tidak bisa menjalani proses akreditasi. Pastinya, akreditasi sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sekolah sebagai salah satu unit penyelenggara pendidikan” tambah Guru Besar Sejarah UHO ini.

Untuk diketahui, pada tahapa visitasi pertama, sekolah yang mendapatkan Akreditasi A itu sebanyak 7 sekolah, Akreditasi B sebanyak 106 sekolah, dan Akreditasi C sebanyak 189 sekolah. (ilw)