Drs. Asrun Lio, M.Hum., PhD.

KENDARIPOS.CO.ID– Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam meningkatkan kompetensi lulusan SMA/SMK sederajat agar mampu bersaing di dunia kerja. Dibawah pimpinan Drs. Asrun Lio, M.Hum., PhD., Dikbud Sultra telah melahirkan sejumlah inovasi dalam dunia pendidikan.

Kali ini, terobosan yang dilakukan dengan  membuka peluang berwirausaha bagi para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah se Sultra. 

Kepala Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan  (Dikbud) Provinsi Sultra, Drs.Asrun Lio, M.Hum., PhD., mengatakan dalam upaya mendorong peluang modal usaha atau berwirausaha bagi para lulusan SMA, SMK maupun madrasah se Sultra, pihaknya telah menggandeng  Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam membimbing peluang modal usaha di Bumi Anoa. 

“Sebelumya kita sudah menggandeng BEI guna membimbing para kepala sekolah agar mendorong dan mendukung minat lulusan SMA/SMK untuk mulai berinvestasi. Tapi pembimbingan yang kita lakukan baru berkisar di Kota Kendari, kedepan kita akan menyisir seluruh kabupaten dan kota se Sultra. Dimana kerja sama ini melalui pendirian Galeri Investasi Edukasi di masing-masing sekolah di Kota Kendari, ” kata Asrun Lio saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (27/10). 

Orang nomor satu di jajaran Dikbud Sultra itu pun melanjutkan, pihaknya menggandeng BEI, sebab secara umum bila berbicara tentang perbankan seseorang pasti berpikir tentang mendapatkan modal usaha untuk berwirausaha, namun berkat pemahaman yang diberikan BEI ini, diketahui perbankan bukan hanya sekadar mendapatkan tetapi juga banyak menyediakan modal usaha. 

“Jadi kedepan bukan saja lulusan SMK dengan beragam keterampilanya yang bisa membuka modal usaha, tetapi juga para siswa SMA dan madrasah bakal kita dorong untuk berwirausaha melalui investasi sejak dini, ” ungkap Asrun

Lulusan S3 the Australian National University of Canberra ini pun berharap, pengenalan pasar modal yang dilakuakan awal kepada para Kepala sekolah dapat diteruskan ke seluruh siswa disetiap sekolah. 

“Berawal dari Kota Kendari, kita berharap ini bakal berlanjut ke 17 kabupaten dan kota lainya di Sultra. Dengan begitu, para siswa sejak dini mulai paham akan investasi masa depan. Sehingga fokus jangka panjang atau setelah lulus, tidak hanya bekerja sebagai pegawai tetapi harus bisa menjadi pimpinan muda dalam bidang usaha yang digeluti,” pungkasnya. (rah/b)