Mujahidin

–Diduga Hilangkan Aset dan Pekerjaan tak Sesuai Volume
KENDARIPOS.CO.ID– Terungkap, ada proyek fisik di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka yang dikerjakan pihak ketiga, tidak sesuai volume ditetapkan. Selain itu, ada juga aset milik Pemkab yang diketahui hilang. Atas kejadian tersebut, maka delapan PNS dan dua kontraktor akan dimintai pertanggungjawaban melalui sidang tuntutan ganti rugi (TGR).

“Kami mengikuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang meminta penyelesaian persoalan tersebut harus melalui proses majelis sidang TGR. Rencananya sidang akan kami laksanakan besok (hari ini) dan tertutup untuk umum,” ungkap Inspektur Kolaka, Mujahidin, Minggu (24/10).

Mujahidin menjelaskan, dengan tidak sesuainya volume pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor tersebut, maka kedua rekanan itu diminta untuk melakukan pengembalian. Sementara delapan PNS yang juga akan disidang diduga menghilangkan aset daerah seperti laptop dan motor dinas. “Untuk dua kontraktor tersebut temuan pengembaliannya belum selesai. Sedangkan delapan PNS yang diduga menghilangkan aset daerah sebenarnya sudah ada surat keterangan dari kepolisian. Namun, menurut BPK, surat keterangan tersebut tidak menghilangkan temuan, jadi harus tetap melakukan pengembalian,” bebernya.

Terkait ganti rugi yang harus dilakukan oleh para PNS tersebut telah diatur dalam PP 38 tahun 2016 mengenai tata cara ganti rugi bagi PNS yang bukan bendahara. “Jika mereka tidak sanggup melunasinya, maka ada surat keterangan tanggung jawab mutlak yang disertai jaminan yang setara dengan temuan itu dan kami dapat melelangnya. Apabila dalam 60 hari mereka belum juga menyetor jaminan itu, maka perkara tersebut akan kami serahkan ke Kejaksaan selaku pengacara negara. Begitupun dengan pihak ketiga, ada surat keterangan wajib bayar,” tegas Mujahidin.

Sayangnya, Mujahidin tidak dapat menyebutkan berapa total kerugian yang dialami daerah akibat kelalaian kontraktor dan para abdi negara tersebut. “Totalnya belum dapat disebutkan, nanti setelah selesai sidang,” tutupnya. (b/fad)