-Dinkes Imbau Warga Waspadai DBD

KENDARIPOS.CO.ID — Anomali cuaca yang terjadi saat ini menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satunya memicu penyakit demam berdarah dengue (DBD). Di Kendari, hingga Agustus tahun ini jumlah kasus DBD sudah menembus 142 kasus. Tiga kasus diantaranya menelan korban jiwa (meninggal dunia).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, drg.Rahminingrum mengatakan, meski angkanya sudah mencapai 142 kasus, namun jika dibandingkan dengan kasus di periode yang sama tahun sebelumnya justru mengalami penurunan. Tahun lalu, tercatat sebanyak 302 kasus.

Ilustrasi (internet)

Meski jumlahnya menurun, ia mengimbau warga metro untuk tetap mewaspadai penyakit yang ditimbulkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Pasalnya, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini membuat nyamuk berkembang cukup baik. Disisi lain, dari ratusan kasus yang ada terdapat korban jiwa.

“Oleh karena itu, saya minta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Karena penyakit ini sumbernya dari lingkungan yang kotor yang menjadi sarang dan tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti,” kata Rahminingrum.

Untuk menjaga kondisi lingkungan kata Rahminingrum, masyarakat wajib menggalakkan kembari program 3M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur. Menguras maksudnya, warga harus rutin membersihkan dan menguras bak mandi sampai kering, itu untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk yang tertinggal di dalam bak.

“Menutup, maksudnya seluruh wadah penyimpanan air seperti bak, drum, bahkan gelas air minum dan lainnya wajib ditutup rapat mencegah nyamuk berkembang biak (bertelur). Sementara mengubur, maksudnya jika ada tumpukan sampah dan barang yang tak terpakai dirumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk hendaknya dikubur didalam tanah,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku prihatin masih tingginya kasus DBD di Kota Kendari. Padahal, kata dia, saat belum sampai dipenghujung tahun. Atas dasar itu, ia mengaku bakal menginstruksikan dinkes untuk tidak terpecah konsentrasi dalam menangani DBD.

“Memang saat ini kita juga masih dalam situasi pandemi Covid-19. Saya minta teman-teman dinkes untuk tetap sosialisasi kepada soal bahaya DBD. Jangan kendor. Ajak warga untuk berperilaki hidup sehat. Bisa juga diantisipasi dengan fogging,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)