Data Untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, Oleh : Irman – Kendari Pos
Opini

Data Untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, Oleh : Irman

Oleh: Irman (Staf BPS Konawe)


KENDARIPOS.CO.ID — Indonesia suatu negara yang besar, Statistik berperan sebagai bahan rujukan. Perencanaan hingga merumuskan kebijakan agar tepat sasaran dengan mempertimbangkan data statistik. Melihat pentingnya data bagi bangsa, sehingga Presiden dalam pidato kenegaraan (16/8/19), menyebutkan “DATA adalah jenis kekayaan baru dan lebih berharga dari minyak” Pentingnya statistik memberikan peluang dan tantangan bagi penyaji data. Terkait peluang, permintaan terhadap data statistik semakin meningkat baik data makro maupun mikro. Selain itu, perkembangan lingkungan strategis yang cepat sehingga persoalan statistik bukan hanya kebutuhan nasional namun regional bahkan internasional.

Irman (Staf BPS Konawe)

Sejarah Lahirnya Statistik di Indonesia

Untuk memenuhi rekomendasi PBB agar setiap negara anggotanya menyelenggarakan sensus penduduk secara serentak, Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus sebagai pengganti Volkstelling Ordonnantie 1930.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan bagi penyusunan perencanaan Pembangunan Semesta Berencana, pada tanggal 26 September 1960 Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sebagai pengganti Statistiek Ordonnantie 1934. Undang-Undang tersebut secara rinci mengatur penyelenggaraan statistik dan organisasi Biro Pusat Statistik.

Presiden RI pada Agustus 1996 menetapkan tanggal diundangkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik tersebut sebagai ”Hari Statistik Nasional”. Alasannya, bahwa kelahiran Undang-Undang tersebut merupakan titik awal perjalanan BPS dalam mengisi kemerdekaan di bidang statistik yang selama ini diatur berdasarkan sistem perundang-undangan kolonial. Kemudian, Pemerintah RI menetapkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 6 dan 7 Tahun 1960.

Momen ini sebagai pengingat untuk memasyarakatkan statistik. Sehingga masyarakat mengerti betapa pentingnya statistik untuk kehidupan, baik yang berdampak langsung maupun tidak langsung. bertepatan tanggal 26 September 2021, kita memperingati Hari Statistik Nasional (HSN). Mengusung tema “Statistik Berkualitas untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang menggambarkan pentingnya data statistik berkualitas untuk mendorong Indonesia menjadi bangsa yang tangguh dan tumbuh. Tema HSN 2021 juga menegaskan bahwa data berkualitas adalah data yang mampu menjawab perkembangan zaman, salah satunya dengan pemanfaatan big data.

Kehadiran era digitalisasi memberikan warna baru dalam kehidupan umat manusia. Hal yang sebelumnya mustahil untuk dilakukan, namun saat ini mudah dilakukan. Selain itu, data yang dihasilkan dalam proses ini terbilang sangat besar, yang dikenal dengan sebutan Big Data.
Big Data merupakan tren baru dalam dunia perstatistikan. Keberadaannya dapat menjadi potensi dan sekaligus ancaman bagi suatu negara. Terkait potensi, Big Data menyediakan data digital komersial, perangkat pelacakan GPS, data perilaku hingga data opini. Kekayaaan yang tersimpan pada Big Data seharusnya dapat dioptimalkan untuk kepentingan bangsa. Big Data bukan pengganti data resmi statistik. Keduanya dapat dikolaborasikan guna mendapatkan data yang berkualitas. Walaupun bervolume besar, ada ranah yang tidak dapat dijangkau oleh Big Data. Ditambah lagi, keterbatasan yang dimiliki Big Data tidak dapat mencakup penduduk yang tidak mengakses internet.

Statistik sangat bermanfaat dalam segala aspek, tidak terkecuali pembangunan. Membangun bangsa dengan tanpa data ibarat kapal berlayar dilautan tanpa arah tujuan mau kemana. Apa jadinya jika membangun tanpa data? Ini adalah tugas kita semua antara Penyaji data (BPS), Pemberi data (Responden), Pengguna Data yaitu Pemerintah, masyarakat maupun swasta pemamfaat data. Perbaikan kualitas data menjadi hal yang wajib dilakukan. Bicara kualitas data tidak terlepas dari peran sumber daya manusia. data statistik berkualitas akan menemui tantangan. Terkadang kualitas data dipengaruhi oleh partisipasi dari sumber data dan pengguna data yang masih kurang bahkan cenderung ada yang menolak memberikan data. Ini menjadi tantangan bagi instansi terkait untuk memberikan pemahaman Penyediaan yang baik dan menguntungkan bagi sumber data (responden).

Kerahasiaan responden menjadi hal terpenting dalam proses pengumpulan data. Terkadang, kerahasiaan data menjadi alasan untuk tidak memberikan data. Pemerintah sebaiknya segera merampungkan rancangan peraturan perlindungan data pribadi, sehingga responden merasa tenang untuk memberikan data tanpa khawatir akan kerahasiaannya. Isu kerahasiaan data pribadi menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam pidato kenegaraannya, Presiden menyatakan kedaulatan data harus diwujudkan, hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi, regulasinya harus segera disiapkan, tidak boleh ada kompromi. Diharapkan kehadiran regulasi perlindungan data dapat memberikan ketenangan kepada sumber data, namun tetetap datanya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa.(*)

“DATA” Untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Oleh: Irman (Staf BPS Konawe)
KENDARIPOS.CO.ID — Indonesia suatu negara yang besar, Statistik berperan sebagai bahan rujukan. Perencanaan hingga merumuskan kebijakan agar tepat sasaran dengan mempertimbangkan data statistik. Melihat pentingnya data bagi bangsa, sehingga Presiden dalam pidato kenegaraan (16/8/19), menyebutkan “DATA adalah jenis kekayaan baru dan lebih berharga dari minyak” Pentingnya statistik memberikan peluang dan tantangan bagi penyaji data. Terkait peluang, permintaan terhadap data statistik semakin meningkat baik data makro maupun mikro. Selain itu, perkembangan lingkungan strategis yang cepat sehingga persoalan statistik bukan hanya kebutuhan nasional namun regional bahkan internasional.

Sejarah Lahirnya Statistik di Indonesia

Untuk memenuhi rekomendasi PBB agar setiap negara anggotanya menyelenggarakan sensus penduduk secara serentak, Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus sebagai pengganti Volkstelling Ordonnantie 1930.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan bagi penyusunan perencanaan Pembangunan Semesta Berencana, pada tanggal 26 September 1960 Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sebagai pengganti Statistiek Ordonnantie 1934. Undang-Undang tersebut secara rinci mengatur penyelenggaraan statistik dan organisasi Biro Pusat Statistik.

Presiden RI pada Agustus 1996 menetapkan tanggal diundangkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik tersebut sebagai ”Hari Statistik Nasional”. Alasannya, bahwa kelahiran Undang-Undang tersebut merupakan titik awal perjalanan BPS dalam mengisi kemerdekaan di bidang statistik yang selama ini diatur berdasarkan sistem perundang-undangan kolonial. Kemudian, Pemerintah RI menetapkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 6 dan 7 Tahun 1960.

Momen ini sebagai pengingat untuk memasyarakatkan statistik. Sehingga masyarakat mengerti betapa pentingnya statistik untuk kehidupan, baik yang berdampak langsung maupun tidak langsung. bertepatan tanggal 26 September 2021, kita memperingati Hari Statistik Nasional (HSN). Mengusung tema “Statistik Berkualitas untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang menggambarkan pentingnya data statistik berkualitas untuk mendorong Indonesia menjadi bangsa yang tangguh dan tumbuh. Tema HSN 2021 juga menegaskan bahwa data berkualitas adalah data yang mampu menjawab perkembangan zaman, salah satunya dengan pemanfaatan big data.

Kehadiran era digitalisasi memberikan warna baru dalam kehidupan umat manusia. Hal yang sebelumnya mustahil untuk dilakukan, namun saat ini mudah dilakukan. Selain itu, data yang dihasilkan dalam proses ini terbilang sangat besar, yang dikenal dengan sebutan Big Data.


Big Data merupakan tren baru dalam dunia perstatistikan. Keberadaannya dapat menjadi potensi dan sekaligus ancaman bagi suatu negara. Terkait potensi, Big Data menyediakan data digital komersial, perangkat pelacakan GPS, data perilaku hingga data opini. Kekayaaan yang tersimpan pada Big Data seharusnya dapat dioptimalkan untuk kepentingan bangsa. Big Data bukan pengganti data resmi statistik. Keduanya dapat dikolaborasikan guna mendapatkan data yang berkualitas. Walaupun bervolume besar, ada ranah yang tidak dapat dijangkau oleh Big Data. Ditambah lagi, keterbatasan yang dimiliki Big Data tidak dapat mencakup penduduk yang tidak mengakses internet.

Statistik sangat bermanfaat dalam segala aspek, tidak terkecuali pembangunan. Membangun bangsa dengan tanpa data ibarat kapal berlayar dilautan tanpa arah tujuan mau kemana. Apa jadinya jika membangun tanpa data? Ini adalah tugas kita semua antara Penyaji data (BPS), Pemberi data (Responden), Pengguna Data yaitu Pemerintah, masyarakat maupun swasta pemamfaat data. Perbaikan kualitas data menjadi hal yang wajib dilakukan. Bicara kualitas data tidak terlepas dari peran sumber daya manusia. data statistik berkualitas akan menemui tantangan. Terkadang kualitas data dipengaruhi oleh partisipasi dari sumber data dan pengguna data yang masih kurang bahkan cenderung ada yang menolak memberikan data. Ini menjadi tantangan bagi instansi terkait untuk memberikan pemahaman Penyediaan yang baik dan menguntungkan bagi sumber data (responden).

Kerahasiaan responden menjadi hal terpenting dalam proses pengumpulan data. Terkadang, kerahasiaan data menjadi alasan untuk tidak memberikan data. Pemerintah sebaiknya segera merampungkan rancangan peraturan perlindungan data pribadi, sehingga responden merasa tenang untuk memberikan data tanpa khawatir akan kerahasiaannya. Isu kerahasiaan data pribadi menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam pidato kenegaraannya, Presiden menyatakan kedaulatan data harus diwujudkan, hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi, regulasinya harus segera disiapkan, tidak boleh ada kompromi. Diharapkan kehadiran regulasi perlindungan data dapat memberikan ketenangan kepada sumber data, namun tetetap datanya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy