–Antar Kabupaten/Kota di Luar Pulau Jawa-Bali
KENDARIPOS.CO.ID– Ada kabar gembira bagi warga Sultra. Jika hendak perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara (pesawat) antar kabupaten/kota di luar Pulau Jawa, prosedurnya tidak ribet. Calon penumpang cukup menunjukkan hasil negatif swab Antigen, maka sudah bisa “terbang”. Swan antigen itu berlaku maksimal 1×24 jam.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Addendum Kedua Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di masa Pandemi Covid-19. Dalam addendum itu juga diatur
selain menunjukkan hasil negatif swab antigen, calon penumpang pesawat antar kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali dapat menunjukkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyambut kebijakan tersebut. Menurutnya, kebijakan itu sangat tepat untuk menghidupkan kembali aktivitas transportasi udara yang selama ini terdampak pandemi.
Selain itu, kata Sulkarnain, kebijakan hasil negatif swab antigen akan sangat membantu meringankan cost (biaya) pelaku perjalanan antardaerah.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sultra ini mengaku selain didukung addendum dari Satgas, kondisi kasus Covid yang melandai disejumlah daerah juga menjadi alasan pemerintah melonggarkan aturan perjalanan.

Bahkan, kata Wali Kota Sulkarnain, jika merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor : 54 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan level 1 tentang PPKM di Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua bahwa syarat menunjukkan sertifikat vaksin dan hasil negatif tes PCR hanya berlaku untuk wilayah PPKM level 4 dan 3.

“Itu artinya, untuk daerah yang PPKM level 2 (Kota Kendari) itu kunjungan (berangkat) tidak lagi menggunakan PCR, tapi syaratnya cukup dengan antigen (minimal 1×24 jam). Jadi itu salah satu (syarat)-nya,” ungkap Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, Jumat (29/10) kemarin.

Pemkot Kendari siap melayani permintaan warga untuk swab antigen. Wali Kota Sulkarnain menginstruksikan seluruh faskes untuk melayan masyarakat. Wali kota juga meminta faskes mematuhi standar biaya swab yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. “Saya sudah instruksikan rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Sulkarnain berharap, relaksasi kebijakan transportasi angkutan udara ini bisa mendukung pemulihan ekonomi daerah sekaligus memicu masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan (prokes). Tentu harapannya level PPKM bisa turun hingga ke level 1.

Terpisah, Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah membenarkan kebijakan swab antigen tersebut. Kata dia, kebijakan penumpang wajib menyertakan hasil tes PCR minimal H-3 dan sertifikat vaksin minimal dosis pertama hanya berlaku bagi penumpang yang akan berangkat dari wilayah PPKM level 4 dan 3. “Semuanya sudah diatur dalam Inmendagri,” ujarnya.

Sementara itu, Dani, salah satu warga Baruga mengaku sangat senang mendengar kabar syarat bepergian cukup hasil negatif swab antigen. Pasalnya selama ini saat pulang – balik Kendari Jakarta ia harus merogoh kocek lebih dalam karena harus tes PCR.

“Duit kami terkuras juga hanya untuk PCR. Apalagi saya rutin pulang pergi Jakarta. Adanya info ini tentu saya sangat senang. Mudah-mudah betul saja diterapkan di bandara. Sebab terkadang meski ada kebijaksanaan dari pemerintah, oknum petugas tetap saja mempersulit (pakai PCR),” kata Dani. (ags/b)