Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolut, Ismail Mustafa

KENDARIPOS.CO.ID– Lima jenis kakao olahan berbentuk cokelat telah dipasarkan secara luas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut). Meski begitu, hingga kini produk yang dilabeli “Cikola” tersebut masih terus dalam proses peningkatan cita rasa.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolut, Ismail Mustafa, menjelaskan, produksi cokelat kemasan sebenarnya sudah bisa dilakukan. Hanya saja, dari segi cita rasa masih perlu ditingkatkan agar sama seperti produk-produk yang beredar di pasaran pada umumnya. “Lima orang telah dikirim magang ke Fakultas Pertanian UHO untuk belajar membuat cokelat dan sekarang sudah kembali,” ujarnya, kemarin.

Selanjutnya, dalam waktu dekat ini, mereka akan diberangkatkan ke salah satu daerah perkampungan kakao di Blitar atau Bali untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman terkait cara membuat cokelat sesuai produk pasaran yang ada. Rencananya, pada HUT Kolut 2022 mendatang, Cikola Kolut siap dilaunching. “Sudah dipasarkan, namun masih skala kabupaten karena harus diuji coba dan pengurusan izin,” sambung Ismail Mustafa.

Saat ini, produksi cokelat di Kakao Centre masih berkisar 16-20 kilogram setiap hari. Karena volumenya masih skala kecil, upaya promosi tersebut juga baru sebatas dalam wilayah kabupaten.

Ada lima jenis yang bisa diproduksi. Mulai dari bentuk batangan, serbuk, butiran, minyak lemak dan lainnya. Pemerintah akan mengampanyekan budaya gemar makan atau minum cokelat sebagai bentuk dukungan dan cinta produk lokal. “Soal membuat, tidak ada kendala lagi dan hanya soal rasa saja yang saat ini sedang kami tingkatkan,” pungkas Ismail Mustafa. (c/rus)