ADI HIDAYAT/KENDARI POS
TAMBAHAN NUTRISI : Kepala Balitbangtan Konawe, Sarmin ketika berada di depan demplot padi varietas inpari IR nutri zinc yang saat ini dikembangkan di Kecamatan Amonggedo.

KENDARIPOS.CO.ID– Makanan pokok berupa beras harusnya bukan lagi dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat semata, namun juga menyehatkan dari segi kandungan gizi. Kenyataan itu mendasari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Konawe untuk mulai mengembangkan padi jenis Inpari OR Nutri Zinc.

Varietas padi tersebut memiliki kandungan zinc yang tinggi, sehingga dapat meminimalisir penyakit stunting bagi warga yang mengonsumsi.

Kepala Balitbangtan Konawe, Sarmin, MP., mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan padi varietas Inpari IR Nutri Zinc pada lahan seluas 10 hektare di Kecamatan Amonggedo. Katanya, varietas itu merupakan salah satu produk biofortifikasi yang memiliki kandungan zinc 6 persen lebih tinggi dibanding padi lain.

“Kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm. Varietas ini juga merupakan komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting atau kekerdilan pada anak,” ujar Sarmin, Minggu (24/10).

Sarmin menuturkan, varietas padi Inpari IR Nutri Zinc juga memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi seorang ibu hamil. Sehingga diharapkan, beras jenis tersebut dapat membantu peningkatan gizi warga sekaligus mengatasi kekurangan gizi dalam proses tumbuh kembang anak. “Nantinya, padi varietas inpari IR nutri zinc diharap dapat mengatasi permasalahan tumbuh kembang anak di Konawe, sehingga terhindar dari stunting,” yakinnya.

Sarmin menyebut, selain padi varietas inpari IR nutri zinc itu, tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) RI kini juga melakukan pengembangan bibit unggul lain. Diantaranya inpari 33, salah satu varietas unggulan yang tahan terhadap hama wereng cokelat. “Wilayah kita ini daerah endemik wereng cokelat. Sehingga kita juga telah melepas bibit varietas inpari 33 khusus untuk mengendalikan hama tersebut,” pungkasnya. (c/adi)