KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah resmi meniadakan pemberangkatan jemaah haji tahun ini. Sebagai gantinya, keberangkatan dialihkan tahun depan (2022 H/1443 M) sembari menunggu regulasi dari Kerajaan Arab Saudi. Kendati demikian, pemerintah mewajibkan setiap calon jemaah memenuhi syarat berhaji. Salah satunya jemaah telah divaksin moderna.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, drg Rahminingrum mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkannya dari Kementerian Agama (Kemenag) RI setiap calon jemaah haji maupun umrah wajib mendapatkan vaksin moderna. Kebijakan itu berdasarkan rekomendasi dari pemerintah Arab Saudi yang hanya mengakui vaksin moderna dan beberapa jenis vaksin lainnya (non Sinovac).

Ilustrasi (NET)

“Bagi masyarakat yang mau umrah atau naik haji dan belum vaksin satu dan dua dengan sinovac sebaiknya mengunakan moderna. Jika sudah pakai sinovac dosis satu dan dua, tetap harus disuntik dengan booster Moderna,” kata Rahminingrum, kemarin.

Jika musim haji sudah tiba dan Pemerintahan Arab Saudi sudah mengizinkan jemaah asal Indonesia mengunjungi negaranya, pihaknya akan memfasilitasi pengadaan dan pemberian vaksin booster moderna kepada jemaah. “Kita patut bersyukur perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia mulai membaik. Semoga dengan kondisi sekarang, jemaah haji atau umrah yang batal berangkat karena Covid-19 bisa kembali berangkat. Tapi dengan syarat sudah menerima vaksin moderna,” kata Rahminimgrum.

Terpisah, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kendari, Sunardin mengaku belum bisa memberikan keterangan soal kewajiban pemberian vaksin moderna kepada calon jemaah haji dan umrah. Pasalnya, pihaknya belum mendapatkan informasi soal rencana tersebut.

“Mohon maaf, belum ada informasi yang bisa kita sampaikan. Karena dari pusat juga (Kemenag RI) belum ada informasi. Takutnya kita salah ngomong,” kata Sunardin. (b/ags)

Jemaah Haji Kota Kendari
-Kouta 563 Jemaah
-Pemberangkatan Diundur 2022
-Wajib Vaksin Moderna