EDUKASI: Kepala BNNK Muna La Hasariy, dan Wakil Bupati Muna Bachrun saat pelatihan peningkatan kapasitas insan pers untuk mendukung kota tanggap ancaman narkoba, akhir pekan lalu.

KENDARIPOS.CO.ID– Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muna berupaya memerluas sinergi dalam upaya pencegahan, penanggulangan, pemberantasan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) dengan menggandeng insan pers. Jurnalis dinilai bisa berkontribusi dalam pemberantasan narkoba karena memiliki jaringan luas di masyarakat.

Kepala BNNK Muna, La Hasariy mengatakan, peredaran narkoba di tiga wilayah hukumnya yakni Muna, Muna Barat dan Buton Utara sudah mulai mengkhawatirkan. Kelemahan selama ini, kata dia, jaringan peredaran narkoba cenderung lebih cepat dan sulit terdeteksi. Ia menilai, pergerakan barang haram itu bisa dimitigasi bila ada kerjasama lintas sektoral.

“Tidak bisa jika hanya BNN, karena personel kami hanya 30 orang dan harus mengawasi tiga wilayah. Belum lagi keterbatasan anggaran dan fasilitas. Makanya, kami menilai segmen pers bisa memberi andil besar dalam upaya P4GN,” jelasnya pada seminar penguatan kapasitas jurnalis dalam penguatan P4GN menuju Kota Tanggap Narkoba yang diikuti 20 perwakilan media, di Raha.

Hasariy menjelaskan, kontribusi wartawan dalam P4GN bisa melalui dua pendekatan. Pertama pemberitaan edukasi yang massif kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan sharing informasi terhadap jaringan peredaran di lingkungan masyarakat. Ia menilai, wartawan memiliki sarana terhadap dua hal tersebut sehingga perannya bisa sangat bernilai. “Wartawan sangat penting informasinya sangat berharga baik pendekatan berita edukatif ataupun informasi indikasi peredaran di lapangan,” terangnya.

Ia menambahkan, menurut data BNNK Muna, pergerakan narkoba saat ini 80 persen didominasi melalui jalur laut. Segmentasi pemakai narkoba berdasarkan data rehabilitasi yang dilakukan BNNK Muna didominasi kelompok pelajar dan mahasiswa, wiraswasta dan pengangguran. BNNK Muna juga, kata dia, sudah menetapkan zona merah di beberapa wilayah di Muna yakni Kecamatan Katobu dan Batalaiworu.

“Jika dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan penyebaran ini akan meluas dan menjangkau generasi muda kita,” paparnya.

Disamping kekhawatiran itu, Hasariy mengapresiasi peran Pemkab Muna dan Muna Barat yang sudah melahirkan peraturan daerah P4GN. Hal itu menjadi langkah awal meningkatkan peran birokrasi dalam penanggulangan narkoba. Ia berharap, insan pers bisa memassifkan edukasi lewat berita bahaya narkoba dan upaya pencegahan agar bisa mendukung peran BNNK dan Pemda.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Agustinus Tangdililing Baka mengatakan, dalam dunia digital saat ini, peran pers tidak bisa dikesampingkan dalam upaya edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat. Dari aspek penegakan hukum, ia memastikan akan memberi hukuman berat bagi pengedar narkoba.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Muna, Bachrun mengatakan, narkoba sesungguhnya sudah menjadi bahaya laten yang sama dengan terorisme. Namun sepanjang masih ada permintaan dari masyarakat, narkoba akan sulit dihilangkan. Hal paling mendasar yang perlu dilakukan, disamping penegakan hukum ialah edukasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat. “Soal edukasi ini sebenarnya pers yang paling tepat karena jangkauannya sangat luas. Sehingga saya sangat berharap, pers di Muna bisa menjadi motor penggerak kesadaran akan bahaya narkoba,” imbuhnya. (ode/b)