KENDARIPOS.CO.ID– Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka gerai pelayanan selama dua hari (Kamis-Jumat) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kolaka Utara (Kolut). Langkah tersebut untuk menyerap aduan masyarakat dari sejumlah tempat pelayanan publik yang ada di daerah tersebut.

Asisten Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Frederick, menjelaskan, Kolut merupakan kabupaten ketiga yang dikunjungi tahun ini setelah Kolaka dan Bombana. Mereka stand by di tempat pelayanan menanti masyarakat mengajukan aduan maupun konsultasi secara langsung ke pihaknya.

“Di Kolut sebenarnya hanya sehari, namun kami jarang ke sini maka dicukupkan dua hari sekaligus lakukan sosialisasi,” ujarnya, Jumat (22/10).

Sosialisasi tersebut mencakup sepak terjang dan kinerja lembaganya sekaligus memperkenalkan secara meluas tentang peran dan fungsi lembaga tersebut. Terkait pengaduan, ada mekanisme yang harus diketahui masyarakat sebelum sampai ke Ombudsman. Salah satunya terlebih dahulu menyampaikan keluhan tersebut ke instansi yang dituju.

Jika selama 14 hari belum direspon atau telah diterima namun tak ditindaklanjuti, maka segera menyampaikan ke pihaknya. “Alasannya karena kami beri kesempatan instansi atau lembaga yang diadukan menyelesaikannya lebih dulu. Jika tidak ada hasil maka kami yang akan tindaklanjuti,” papar Frederick. Selama dua hari di Kolut, belum ada aduan dan sejenisnya yang ditujukan khusus ke instansi tersebut oleh masyarakat.

Sementara itu di Bombana hanya berupa konsultasi terkait Jasa Raharja, BPJS dan lainnya. “Bukan hanya soal aduan, namun kami juga menilai bentuk pelayanan semua instansi pelayanan,” katanya.

Belum ada hasil indeks kepuasan masyarakat di seluruh kabupaten/kota yang bisa disampaikan. Namun pihaknya telah melakukan survei lebih awal yang penilaiannya sementara digodok. “Minggu depan tim ke Jakarta adakan rapat untuk menentukan hasilnya apakah daerah ini pelayanannya kategori zona hijau, kuning atau merah,” tutup Frederick.

Kepala Disdukcapil Kolut, Buhari, sangat mendukung kehadiran Ombudsman di wilayahnya. Khusus di instansinya, kritikan dan aduan dari warga sangat dibutuhkan sebagai koreksi dan upaya melakukan perbaikan. “Kami imbau masyarakat menyampaikan aduan, saran dan kritikan. Itu penting bagi kami untuk membenahi kekurangan,” pinta Buhari. (b/rus)