Agus Setiawan/Kendari Pos
Deputi Direktur BI Sultra, Taufik Ariesta (paling kanan) didampingi Asisten I Pemkot Kendari, Agus Salim (tengah) menyerahkan bantuan pupuk organik kepada salah satu perwakilan kelompok tani di Amohalo, Kecamatan Baruga, kemarin.

–Gandeng Pemkot Kendari Kembangkan Klaster Padi Sawah di Amohalo

KENDARIPOS.CO.ID– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra sangat peduli terhadap sektor pertanian di Kota Kendari. Buktinya kemarin, Bank Sentral negara itu menjalin kerja sama dengan Pemkot Kendari dibidang pengembangan klaster padi sawah.

Kerja sama yang terjalin diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani di Kota Lulo, khususnya petani padi sawah di Amohalo.

Deputi Direktur BI Sultra, Taufik Ariesta mengatakan, kemitraan yang terbangun merupakan bentuk kepedulian BI terhadap pengembangan sektor pertanian di Kendari. Dalam klaster ketahanan pangan padi sawah Amohalo, pihaknya bakal memberikan pendampingan berupa edukasi dan pelatihan kepada petani amohalo dengan menghadirkan langsung pakar pertanian dari Ansa Foundation.

Selain edukasi dan pelatihan, pihaknya juga bakal memberikan stimulus berupa pemberian pupuk organik secara gratis dengan harapan petani dapat meningkatkan produktivitasnya.

“Kami melihat potensi pertaniannya (Kawasan Persawahan Amohalo) sangat besar. Mulai dari luasan lahan pertanian, serta komitmen yang tinggi dari Wali Kota Kendari terhadap pengembangan pertanian,” kata Taufik, usai penandatanganan kerja sama klaster ketahanan padi sawah di Kawasan Persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, kemarin.

“Sehingga kami mengajak Pemkot untuk sama-sama mengembangkan potensinya. Bukan hanya pertaniannya tapi juga diintegrasikan dengan yang potensi lainnya seperti Agro Wisata, pengembangan mina padi itu bisa kita  didorong juga karena potensinya sangat besar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten I Pemkot Kendari, Agus Salim menyambut baik kerja sama antara pemkot dengan BI Sultra terkait pengembanhan klaster padi sawah. Ia yakin kolaborasi yang terjalin akan mampu meningkatkan produktivitas petani padi sawah di Amohalo.

“Lahan pertanian di Kawasan Amohalo cukup luas. Mencapai 1.000 hektar. 700 hektare diantaranya adalah lahan persawahan. Setiap hektarnya mampu menghasilkan sekira 4-5 ton. Nah, dengan kerjasama ini kedepan kami harap produksinya (hasil panen) bisa meningkat,” kata Agus Salim.

Sementara itu, Ketua Ansa Foundation, Nugroho, menuturkan sebagai pihak yang dipercaya BI dalam melakukan pendampingan berkomitmen meningkatkan produktivitas petani Amohalo. Selain mengajarkan cara bertani yang baik dan benar, pihaknya bakal berupaya memuliakan lahan persawahan milik warga dengan mengusung konsep full organik.

Maksudnya adalah , pihak Ansa Foundation bakal memanfaatkan urin maupun kotoran ternak milik warga serta mengolahnya bersama pupuk Mikrobakteri MA11 yang hasilnya nanti sangat baik bagi pertumbuhan padi dengan varietas apapun.

“Kami yakin metode ini bisa menekan biaya produksi petani hingga 50 persen,ndan bisa meningkatkan penghasilan petani sampai 200 persen. Karena kami upayakan produksinya bisa sampai 10 ton per hektare” kata Nugroho. (ags/b)