Foto bersama Bhabinkamtibmas Polsek Kulisusu dan tim YLFI dengan siswa SMAN I Kulisusu usai penyuluhan hukum, Sabtu (30/10/2021).

KENDARIPOS.CO.ID – Yayasan Little Finger Indonesia (YLFI) bekerja sama dengan Unit Bhabinkamtibmas Polsek Kulisusu Polres Buton Utara menggelar penyuluhan hukum kepada siswa SMAN 1 Kulisusu. Giat ini mangusung tema: Membangun Pemuda Milineal yang Berkarakter dan Taat Hukum Demi Mencapai Masa Depan Gemilang. Penyuluhan dipusatkan di SMAN 1 Kulisusu, Sabtu (30/10/2021).

Hadir dalam kegiatan penyuluhan para Bhabinkamtibmas Polsek Kulisusu Polres Buton Utara. Diantaranya, Bripka Laode Musyair, Bripka Laode Haridin Taiso dan Briptu Bali Mustafa. Termasuk Kepala Sekolah SMAN 1 Kulisusu yang diwakili Guru bimbingan konseling SMA 1 Kulisusu, Ardianto. Diikuti siswa SMAN 1 Kulisusu yang berjumlah 50 orang.

Sedangkan dari pihak YLFI dihadiri langsung pembina sekaligus pendiri YLFI, Mahmid, SH. Dia juga saat ini berprofesi sebagai Hakim Anak di Pengadilan Negeri (PN) Kolaka Kelas 1B. Dalam acara penyuluhan tersebut, Mahmid, SH bertindak sebagai narasumber atau pembicara.

Suasana pemberian materi penyuluhan hukum

Dalam penjelasannya, dia memaparkan terkait undang-undang perlindungan anak dan pelaksanaan kebiri kimia bagi pelaku tindak pidana seksual. Sebagaimana hal itu diatur dalam UU Perlindungan Anak khususnya bagi pelaku pendidik dan tenaga kependidikan. Kemudian undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Undang-Undang Narkoba, pelanggaran Lalu lintas, Tindak Pidana Umum lainnya yang sering dilakukan anak dan Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Penyuluhan ini merupakan wujud kepedulian Yayasan Little Finger Indonesia dan Polsek Kulisusu Polres Buton Utara sebagai upaya pencegahan dan edukasi hukum bagi para remaja yang rentan melakukan tindak pidana maupun pelanggaran,” kata Mahmid dalam keterangan tertulis yang diterima Kendari pos.co.id.

Ia juga sempat menyinggung batas guru dalam memberikan pelajaran atau hukuman kepada siswa. Agar tidak sampai melakukan tindakan kekerasan fisik kepada siswa. Meski tujuannya memberikan pengajaran, tetap dilarang oleh UU Perlindungan Anak.

“Dengan kegiatan ini, siswa mendapatkan pencerahan hukum yang selama ini masih simpang siur bagi mereka,” jelasnya.

Yayasan Little Finger Indonesia (YLFI) yang didirikan berdasarkan Akta notaris Dr. Wandhi Pratama Putra Sisman, S.H., M.Kn. tersebut memang fokus memberikan edukasi hukum kepada anak remaja.

Berkantor di Kabupaten Kolaka, yayasan ini dikhususkan bagi pelajar sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas sederajat. Sebab, usia tersebut terbilang rentan terlibat dalam tindak pidana hukum. Atau biasa disebut Anak Berhadapan Dengan Hukum(ABH). Membawa jargon: Salam Persahabatan, Salam Persaudaraan untuk selamanya. (had)