Beban Kerja Berat, 430 PHL Diusul Naik Gaji – Kendari Pos
Konawe

Beban Kerja Berat, 430 PHL Diusul Naik Gaji

ADI HIDAYAT/KENDARI POS
KESEJAHTERAAN MINIM : Honor 430 PHL di Dinas Lingkungan Hidup Konawe dianggap sangat minim, dibanding beban kerja mereka yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan di ibu kota kabupaten.

KENDARIPOS.CO.ID– Petugas Harian Lepas (PHL) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan daerah. Hanya saja, tanggung jawab besar itu dianggap tak sebanding dengan upah yang diterima. Honor yang diterima 430 “Pasukan Kuning” Konawe terbilang rendah. Petugas pengangkut limbah ke tempat pembuangan sampah (TPS) digaji Rp 1,5 juta perbulan.

Petugas lain seperti penyapu jalan, pemotong rumput dan pembersih taman lebih miris lagi. Honornya hanya Rp 900 ribu perbulan. Tenaga PHL di DLH Konawe itu kini harap-harap cemas menanti janji kenaikan honor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe pada tahun 2022 mendatang.

Kepala DLH Konawe, Herianto Wahab, mengatakan, setidaknya ada 10 kelompok pembagian kerja para tenaga PHL pada instansi yang dipimpinnya. Mulai dari penyapu jalan, driver motor roda tiga, pembersih drainase, pemotong rumput, pembersih taman, petugas angkut sampah, pemelihara pohon, serta petugas tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Mataiwoi. Sistem penggajian para PHL tersebut, lanjutnya, dihitung perhari.

Petugas angkut limbah di TPS diupah Rp 60 ribu perhari. Di luar petugas angkut limbah itu, honornya Rp 35 ribu perhari. “Honor petugas angkut sedikit lebih besar karena volume kerjanya terbilang berat. Yang lain hanya Rp 900 ribu perbulan. Mereka penggajiannya dihitung perhari. Dalam sebulan hanya terhitung 26 hari kerja. Satu hari tidak masuk, honor yang terpotong itu dikembalikan ke kas daerah,” ujar Herianto Wahab, Rabu (13/10).

Mantan Kepala Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Konawe itu menuturkan, secara pribadi ia merasa prihatin melihat rendahnya honor PHL di DLH. Hanya saja, ia mengaku tak dapat berbuat banyak karena keterbatasan anggaran Pemkab. Namun sejauh ini, Herianto Wahab terus mengupayakan agar upah PHL di instansinya bisa naik pada tahun depan.

Keinginan itu didasari perbandingan honor Pasukan Kuning dengan tenaga PHL di instansi lain lingkup Pemkab.
“Saya sudah bermohon ke Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, PHL di DLH harus prioritas karena berjasa menjaga keindahan Kota Unaaha. Saya bandingkan dengan PHL lain, tiap hari masuk kantor dan kerjanya santai, tapi honornya lumayan besar. Bahkan harusnya ada jaminan kesehatan dan kecelakaan bagi petugas kebersihan. Kalau perlu ditambah suplemen, karena tiap hari cium bau busuk. Itu mempengaruhi kesehatan mereka,” tandasnya. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy