KENDARIPOS.CO.ID — Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Kendari telah dibuka sejak September lalu. Untuk mencegah timbulnya klaster sekolah, Satuan Tugas (Satgas) penanganan covid-19 Kota Kendari tetap akan melakukan operasi yustisi secara rutin di seluruh satuan pendidikan.

Ketua Harian Satgas Penangangan Covid-19 Kota Kendari, Samsu Alam mengatakan opersasi yustisi sengaja digelar untuk meminimalisir penularan covid. Ia ingin memastikan seluruh warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru kelas, tenaga kependidikan dan murid tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Satgas Penanganan Covid-19 saat menggelar operasi yustisi disalah satu sekolah di Kendari. (FOTO : AGUS SETIAWAN / KENDARI POS)

“Kami awasi penggunaan masker. Kemudian pengaturan jarak antara murid. Tidak boleh menimbulkan kerumunan. Juga kesiapan sarana dan prasarana prokesnya seperti tersedianya tempat mencuci tangan bagi murid dan guru-guru,” kata Samsu Alam kemarin.

Untuk memaksimalkan operasi, pihaknya menurunkan empat regu. Setiap regu beranggotakan sekira 20 petugas gabungan. Seluruh regu melakukan operasi di seluruh sekolah yang menggelar PTM. “Operasi yang dilakukan adalah lebih mengarah pada penyadaran kepada masyarakat. Kita akan mengedukasi bagi anak-anak sejak dini pentingnya mematuhi prokes” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikmudora) Kendari Makmur mengapresiasi langkah satgas yang sudah membantu pihaknya mensosialisasikan prokes di sekolah. Menurutnya, kebijakan itu sangat tepat untuk lebih meningkatkan disiplin sekolah yang menyelenggaralan PTM dimasa pandemi ini.

“Seluruh sekolah di Kendari sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Semua sekolah mengatur jadwalnya agar tidak terjadi kerumunan pelajar. Bagi sekolah besar dibuka dengan 2 hari sisanya daring. Sementara sekolah sedang dibuka selama 3 hari sedangkan sekolaj kecil dibuka setiap hari dengan menerapkan prokes ketat,” kata Makrmur.

“Berkat perbantuan Satgas, tentu meringankan beban guru di sekolah. Dan yang paling utama bisa semakin meningkatkan kesasaran warga sekolah untuk mematuhi protokol kesehatan,” sambungnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir meminta satgas tetap memasifkan operasi yustisi ditengah masyarakat termasuk sekolah. Upaya itu penting dilakukan untuk menimgkatkan disiplin warga terhadap prokes. “Terus jalan, jangan lengah karena wabah Covid-19 masih ada sekitar kita. Jangan berhenti menegakan disiplin protokol kesehatan sampai keadaan membaik,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)

Syarat PTM
-Sekolah Wajib Siapkan Sarana dan Sarana Prokes
-Atur atau Jaga Jarak Siswa dan Tenaga Pendidik
-Siswa Dibatasi 25 Persen Kapasitas Kelas
-Waktu Belajar Hanya 2 Jam
-Jam Belajar Terapkan Sistem Sift
-Wajib Menggunakan Masker