KENDARIPOS.CO.ID — Dari Rakerda Ikatan Apoteker Sultra 2021 Sabtu (16/10), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kendari. Momentum Rakerda ini juga dirangkaikan dengan workshop kefarmasian, yang mengambil tema ‘Pemahaman Teknologi Digital Dalam Membranding Profesi Apoteker’. Dalam sambutannya Ketua Pengurus Daerah (PD) IAI Sultra, Dra.Hj.Harmawati ,Apt, M.Kes,menegaskan bila apoteker jaman sekarang harus melek teknologi, untuk menyesuaikan diri dengan profesi yang berada di era digital.

Ketua PD IAI Sultra menandatangani kerjasama dengan Balai POM Kendari, di sela-sela pembukaan Rakerda IAI Sultra


Harmawati memaparkan,adanya tema workshop dilakukan agar apoteker di daerah ini bisa memanfaatkan teknologi dan membranding profesi apoteker itu sendiri. “Tema workshop tersebut sangat kekinian. Harapannya para apoteker tidak gugup dan gagap menghadapi teknologi digital, dalam berpraktik kefarmasian baik dilayanan distribusi maupun di layanan kefarmasian,” terang Harmawati dalam sambutannya saat membuka rakerda.


Menurutnya, saat ini teknologi informasi sangat berevolusi dan digitalisasi adalah anak kandungnya.Seluruh aspek kehidupan pun tengah bergejolak, hal ini membuat permasalahan yang rumit. “Sehingga bila praktik kefarmasian yang dilakukan masih secara konvensional, maka bisa jadi di masa mendatang profesi tersebut akan usang atau ketinggalan,” jelasnya.


Melalui Rakerda tersebut, IAI Sultra tahun ini terus berupaya menganalisis, menambah pengetahuan, meningkatkan kompetensi digital. Dengan begitu profesi apoteker bermanfaat bagi negara dan bangsa. Di usianya yang 62 tahun IAI kini telah memiliki 1123 anggota dari 12 pengurus cabang yang ada di daerah ini. Dari jumlah tersebut baru 89 persen yang melakukan activasi akun. “IAI masih mempunyai beban untuk mengawal diresmikannya UU kefarmasian. Semoga di tahun 2022 Anggota DPR RI dan DPRD Sultra bisa membantu agar Uu Kefarmasian dapat di dorong,” pungkasnya. (adv)